Warga Kayawu Tewas Tertimbun Tanah Teras

Tomohon – Kejadian naas menimpa warga Lingkungan 3 Kelurahan Kayawu , Johanis Moningka (51), Kamis (05/09). Nyawa buruh lepas ini tidak tertolong lagi, setelah gumpalan  tanah teras berukuran besar menimpanya. 


Beruntung tiga rekan korban masing-masing Berty Sareseh, Meidy Moningka dan Alvando Karamoy lolos dalam musibah tersebut.


Berdasarkan pengakuan Berty Sareseh (3), awal kejadian saat mereka berempat sempat melakukan rutinitas menggali  tumpukan tamah teras untuk dibuat batako di belakang rumah Levinus Manopo yang berjarak sekitar 50 meter. 


Pekerjaan menggali Teras dimulai sekira pukul 08.00 wita. Saat melakukan penggalian, posisi korban berada di tengah lokasi penggalian, sedangkan Sareseh bersama kedua rekannya disamping. Sekira pukul 09.30 Wita terjadilah longsor Terasdan material seperti bongkahan batu tepat mengenai bagian belakang Johanis Moningka yang saat itu sementara menggali.


“Yang kami lihat korban sempat menghindar, namun tanah teras yang berdiameter 2×2 dengan cepatnya jatuh menimpah bagian belakang Johanis. Kejadian ini begitu cepat,” kata Sareseh di hadapan penyidik Polres Tomohon.


Langsung kejadian tersebut dilaporkan Sareseh dan kedua temannya kepada pihak pemilik tambang Teras, Levinus Manopo. Dan oleh Manopo dilaporkan kepada pihak Polres Tomohon yang langsung mengerahkan aparat untuk menuju tempat kejadian dimana Johanis masih tertimbun material Teras.


“Upaya evakuasi dilakukan petugas bersama anggota BPBD dan masyarakat, namun nyawa Johanis tidak sudah tidak tertolong lagi,” kata Lurah Kayawu Sidonia Kaparang didampingi Sekretaris Lurah, Unggu Paat .


Dikatakan Kaparang, korban sempat dibawah ke rumah sakit Bethesda Tomohon namun sudah berada dalam kondisi tidak bernyawa lagi. “Pasca kejadian, saya langsung mengumumkan kepada masyarakat Kayawu agar bisa menuju ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi disana, oleh sebab itu masyarakat langsung berbondong-bondong ke sana dengan maksud membantu korban,” ujarnya.


Terkait kejadian tersebut, pihak Kepolisian Resort Tomohon melalui kepala Bagian Operasional(Kabag Ops), Kompol Alkat Karouw langsung membenarkan. Dijelaskan Karouw, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mengerahkan anggota kepolisian ke lokasi. Pihaknya juga sempat berkoordinasi dengan BPBD Kota Tomohon untuk memberitahukan kejadian tersebut.


“Kami langsung turunkan aparat, ketiga saksi bersama pemilik tambang teraso langsung dibawah ke Mapolres Tomohon untuk diminta keterangan terkait kejadian tersebut,” kata Karouw.


Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, lokasi penggalian Teraso untuk bahan baku batako sudah dilakukan sejak lama. Awalnya, lokasi penggalian tepat disekitar rumah Levinus Manopo, namun sekitar 5 (lima) tahun terakhir dipindahkan ke bagian atas (lokasi tewasnya Johanis, red). Tewasnya Johanis Moningka juga mendapat respon dari Pemkot Tomohon, karena mendengar kejadian tersebut, Sekretaris Kota (sekot), DR. Arnold Poli dikabarkan langsung mendatangi lokasi. “Bahkan beliau sempat melihat lokasi tewasnya Johanis,” kata Evert Rombon salah satu perangkat Kelurahan Kayawu.

Tinggalkan Balasan