Kesulitan Air Bersih, Warga Remboken Pertanyakan Proyek Instalasi PDAM

Kepala PDAM Minahasa, Ronny Suwarno.
Kepala PDAM Minahasa, Ronny Suwarno.

Minahasa – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Remboken mempertanyakan pengoperasian instalasi air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa, yang baru, yang hingga kini belum bisa beroperasi.

Pasalnya, sejak selesai dibangun dengan anggaran pemerintah pusat sekitar Rp 1,6 miliar, Tahun 2012 silam, instalasi tersebut belum digunakan hingga saat ini.

Bahkan diduga, pengadaan instalasi air bersih yang lengkap dengan pompa airnya tersebut bermasalah, sehingga belum bisa digunakan.

Padahal, warga yang bermukim di wilayah Perum dan Patalingaan Desa Leleko, serta Desa Kaima Kecamatan Remboken, yang notabene berada di wilayah perbukitan, kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami harus menggunakan galon untuk menimba air dimata air, karena dengan kondisi instalasi PDAM yang lama, air tak bisa lagi sampai ke wilayah perum, sedangkan instalasi yang baru hingga kini belum beroperasi dengan alasan yang tidak jelas, padahal sudah selesai dibangun sejak dua Tahun lalu,” ujar warga Patalingaan Leleko yang tidak mau namanya disebutkan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Minahasa, Ronny Suwarno, ketika dikonfirmasi CSN, Selasa (11/02) menjelaskan, instalasi dan mesin yang baru terpasang tersebut tetap berfungsi.

Hanya saja, dikatakan Suwarno, pihaknya akan memasang kopel atau sistem pemerataan pembagian air dengan cara menggandengkan pipa lama dengan pipa yang baru.

Hal ini dimaksud karena kekuatan pompa air bila tidak dikopel tidak merata, sehingga mesin sulit menjalankan air ke wilayah perbukitan seperti Patalingaan dan Perum Remboken.

“Ada tim teknis yang sudah diturunkan dan saat ini masih sementara dikerjakan, direncanakkan pecan ini akan selesai,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan