Minut – Program Prona yaitu pemberian sertifikat tanah gratis akan kembali bergulir tahun ini.
Namun sejumlah warga agak sangsi program Prona tahun ini bebas pungutan. Ranny, salah satu warga mengaku, seorang saudaranya dimintai uang sebanyak sejuta oleh hukum tua.
Saudaranya, kata Ranny, terkejut karena awalnya diberitahu jika pengurusan itu gratis. Ranny yang hanya berprofesi buruh memiliki tanah tapi tidak bersertifikat hingga berhak ikut Prona.
Namun ia mengaku khawatir. “Jangan-jangan dimintai uang lagi,” bebernya.
Kepala BPN Minut Herry Mumu mengatakan, Prona adalah program bersubsidi hingga gratis biaya pengurusan PNBP.
“Masuk pada komponen itu adalah pengukuran, pendaftaran hingga pengurusan tanah,” kata dia.
Meski begitu, ada biaya yang harus ditanggung oleh para pemohon. “Contohnya materai serta transportasi bagi para pengukur, itu ditanggung pemohon,” bebernya.
Herry menegaskan, biaya itu rasional karena dihasilkan lewat kesepakatan pemohon serta aparat desa. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan tak sama untuk tiap desa.
Untuk tahun ini, ungkapnya, pihaknya menargetkan 2.000 Prona untuk Minahasa Utara. Target utama adalah tanah di tiga kepulauan yakni Talise, Kinabuhutan serta Gangga.
Ia memastikan Prona kali ini tak salah sasaran. “Targetnya adalah warga miskin,” bebernya.
Ia mengimbau para PNS yang sudah mampu untuk tidak mengurus Prona. “Memang PNS berhak dapat Prona, tapi jangan eselon 2 lalu minta Prona, kasihan rakyat,” kata dia. (ef/tcm)



















