Produksi Cabai Rawit Sulut Turun 12 Persen

Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat produksi cabai rawit segar pada tahun 2013 di daerah tersebut mencapai 8.461 ton atau mengalami penurunan sebesar 12,38 persen dibanding 2012.

“Produksi cabai rawit segar dengan tangkai di tahun 2013 sebanyak 8.461 ton, turun 1.195 ton dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 9.556 ton,” kata Kepala BPS Provinsi Sulut, Faizal Anwar Faizal di Manado, Selasa.

Penurunan tersebut, kata Faizal, disebabkan berkurangnya luas tanam dan panen sebesar 1.399 hektare atau 55,10 persen dari total luas lahan tahun sebelumnya, meskipun produktivitasnya mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen per hektare atau 95,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hampir di semua kabupaten/kota di Sulut luas tanam dan panen cabai rawit mengalami penurunan.

“Penurunan luas panen terbesar terjadi di Kabupaten Minahasa sebesar 338 hektare atau sebesar 66,47 persen, dan yang terendah di Kota Manado 0,27 persen,” katanya.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa sejak tahun 2011 hingga 2013, Kabupaten Minahasa masih menjadi sentra produksi cabai rawit.

“Produksi cabai rawit tertinggi di Sulut berada di Kabupaten Minahasa terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 2.519 ton, sedangkan terendah di Kota Manado pada tahun 2013 hanya 23 ton,” jelasnya.

Sementara luas panen pada tahun 2013 tertinggi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondouw dan terendah di Kota Manado yakni seluas 248 hektare dan satu hektare.

Sedangkan untuk produktivitas pada tahun 2013, tertinggi di Kota Tomohon sebesar 27,36 ton per hektare, sementara terendah di Kabupaten Bolaang Mongondouw sebesar 1,93 ton per hektare.(ant)

Tinggalkan Balasan