Ada Sungai Sampah di Tondano, Bupati JWS dan Wabup Ivansa Tak Peka Kebersihan !

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa seolah tak mampu mengatasi masalah sampah yang ada di kabupaten itu. Beberapa kali disorot mengenai kebersihan pusat kota Tondano, tetapi terkesan tak ada langkah untuk mengatasi masalah sampah yang begitu mengotori beberapa tempat di Tondano.

Kali ini kepada cybersulutnews.co.id, Edwin Pratasik, tak lain Tokoh pemuda di Minahasa mengungkapkan hal yang memiriskan mengenai sampah-sampah yang hanya dibiarkan begitu saja menggenangi Sungai Toubeke yang berada di wilayah Tataaran I, Kecamatan Tondano Selatan.

“Masalah sampah tak habis-habisnya, wilayah Tondano Selatan merupakan salah satu daerah yang kepadatan penduduknya tinggi karena banyak kost-kosan, sayangnya sampah ini dibuang sengaja di saluran Toubeke, kami melihat pemerintah setengah hati menangani masalah ini,” sorot Skretaris KNPI Minahasa ini.

Sebagai bukti diungkapnya, sampah di Sungai Toubeke sudah menahun dan buktinya sampah sudah ditumbuhi rumput-rumput liar.

“Berapa warga yang ada di kelurahan Tataaran I khususnya warga lingkungan 3 sudah kebanjiran dari tahun kemarin, dan sampai sekarang air masih menggenangi rumah warga. Keluarga yang sering kebanjiran yakni Keluarga Pratasik Gosal, Keluarga Gosal Mamengko, Keluarga Tambariki Gosal,”jelasnya.

“Kesadaran masyarakat kurang, dan aparat pamong yang harus jadi contoh, membiarkan keluarganya membuang sampah di aliran sungai Toubeke. Pemerintah Kelurahan Tataaran I dalam hal ini Lurah terkesan mengabaikan dan tidak ada perhatian sama sekali. Bau busuk sudah sampai ke pemukiman warga, dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan penyakit,” katanya lagi.

Untuk itu lanjutnya, sebagai generasi muda kami minta agar Pemda Minahasa turun tangan, dan kami juga minta agar Perda sampah di pertegas, armada sampah ditambah, dan kalau ada pejabat yang hanya agar bapak senang diganti saja. Dan Bupati Minahasa, Jantja Wowiling Sajow (JWS) serta Wakil Bupati, Ivan Sarundajang harus turun tangan mengatasi sampah.

“Contoh di Kelurahan Tataaran I lurah sudah masa pensiun, kan banyak kader-kader muda yang siap memimpin di Tataaran I. Ini pejabat terkesan tak tau kerja, masalah sampah ini sudah kami sampaikan sejak setahun lalu, kepada camat, kadis kebersihan, lurah, tetapi tidak ada langkah untuk mengatasi sampah-sampah itu,” terangnya. (vebry)

Tinggalkan Balasan