Manado -Agenda studi tour SMAN 1 Toluaan begitu antusias saat mengikuti Study Tour, Sabtu (13/6/2015) di Aula Diknas Sulut.
Studi tour yang diikuti para siswa tersebut mendapat materi mengenai mulai dari menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) hingga materi tentang jurnalistik.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Toluaan, Alexander Bahagia SPd menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa mencakup kewarganegaraan.
“Mereka menerima berbagai materi
Dia mengungkapkan, apa yang dilakukan pihaknya merupakan terobosan dalam sebuah proses belajar mengajar di mana para siswa dibawa keluar dari lingkungan sehari-hari untuk melihat kondisi di luar keseharian mereka,”ujarnya.
Selain itu, lanjut Alexander, sambil melakukan tour mereka juga dibekali dengan sejumlah materi yang disampaikan langsung oleh pihak yang kompeten di bidangnya.
“Ini pengalaman menarik bagi siswa, juga para guru untuk bagaimana belajar materi-materi langsung dari mereka yang kompeten di bidangnya,” ujar Alexander yang ikut membangun dan menginisiasi berdirinya SMAN 1 Touluaan ini.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan materi tentang Mitra Kompolnas yang disampaikan oleh Dr Natalia Lengkong SH MH dan Pricillia Pandeiroth SH MH. Dalam pemaparannya, Natalia mengungkapkan, Mitra Kompolnas merupakan perwakilan Kompolnas yang ada di daerah termasuk di Sulut.
“Tugasnya antara lain mengakomodir persoalan-persoalan yang disampaikan masyarakat terkait kinerja aparat kepolisian.
Mitra Kompolnas selanjutnya meneruskan persoalan itu ke Kompolnas di Jakarta.
Oleh karena itu sebagai warga Negara, mestinya kita paham akan hak dan kewajiban kita. Termasuk mendapat perlindungan hukum,” papar Lengkong.
Sedangkan Pricillia menambahkan, Mitra Kompolnas di Sulut baru berdiri Oktober 2014 lalu setelah ada MoU dengan Fakultas Hukum Unsrat.
“Saat ini kami dalam tahap sosialisasi, baru berdiri tahun lalu. Di seluruh Indonesia ada 30 Mitra Kompolnas,” ungkap Pricillia.
Setelah materi terkait Mitra Kompolnas, dilanjutkan dengan topik MEA yang disampaikan oleh Pricillia.
Dalam kesempatan itu, dia memotivasi para siswa untuk mempersiapkan diri agar nantinya mampu bersaing dengan Negara lain dalam berbagai bidang termasuk tenaga kerja.
“Menghadapi MEA, kita harus mempersiapkan diri dengan kemampuan intelektual serta ketrampilan. Jika tidak kita akan kalah bersaing dan menjadi tamu di negeri sendiri,” terangnya.
Pada sesi terakhir, materi jurnalistik menyangkut teori dan praktek disampaikan Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun bersama Sekretaris Fernando Lumowa.
Setelah memberikan pengantar teori jurnalistik, para siswa dibimbing untuk membuat berita terkait dua materi terdahulu yang diterima.
“Kami sekaligus menguji akurasi informasi yang ditulis para siswa dalam bentuk berita, setelah mereka mendengarkan materi langsung dari narasumber.
Hasilnya cukup memuaskan dari aspek substansi materi serta penulisan berita,” papar Lumowa.
Sementara itu, penanggungjawab kegiatan Randy Bahagia SH dan Alfianty Manggopa SPd menyatakan, kegiatan seperti akan menjadi agenda rutin tahunan untuk membuka wawasan siswa.
“Ini akan menjadi agenda tahunan kami,” tandas Randy yang diiyakan Denny Mokosolang SPd dan Olga Imbulus SPd selaku guru di sekolah itu.(tian)



















