
“Tidak terasa hari ini adalah 1 tahun reformasi Unsrat, saya dan teman – teman merasa senang karena ternyata reformasi yang diperjuangkan bersama tidak menjadi sia-sia. Ini juga tidak terlepas dari kepemimpinan Unsrat yang sekarang, dibawah kepemimpinan Ibu Ellen Kumaat yang telah melakukan terobosan-terobosan demi kebaikan seluruh Civitas Akademika Universitas Sam Ratulangi,” kata Mahasiswi Unsrat Manado, Grace Lande tak lain Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembaharuan Unsrat (Gempur).
Jelasnya, diperketatnya jalur penerimaan mahasiswa baru di Fakultas kedokteran untuk menghindari praktik KKN(Korupsi, Kolusi, Nepotisme) adalah langkah yang paling tepat untuk mengawali pemberantasan KKN di lingkungan Unsrat.
“Kepemimpinan Rektor Ellen Kumaat harus lebih mengedepankan transparansi khususnya dalam hal pendanaan organisasi kemahasiswaan serta mengembalikan tujuan yang sebenarnya dari KKN-T (Kuliah kerja nyata – terpadu) yaitu pengabdian kepada masyarakat,”ungkapnya.
Dikatakannya, 1 tahun reformasi Unsrat bukan hanya merupakan hal yang perlu diperingati tapi juga harus dijadikan moment evaluasi terhadap seluruh keadaan yang terjadi pasca reformasi.
“Ada beberapa dugaan-dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh rezim lama yang belum sempat terselesaikan,” ucap Grace sembari diiyakan Richard Rimbing, Mahasiswa Universitas Samratulangi.
Diharapkannya, walaupun Unsrat sudah berada dibawah kepemimpinan yang baru, namun penyelesaian beberapa dugaan kasus penyimpangan yang masih belum menemui titik terang agar dapat terselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Saya juga mengajak kawan – kawan mahasiswa agar dapat bersama – sama mengawal kepemimpinan Unsrat sekarang, demi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas. Reformasi yang sudah dicapai ini, agar dapat menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk saling menopang dalam pembangunan Universitas tercinta kita,” jelas Grace yang juga mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsrat ini. (Jenglen)




















