Ancaman Rabies, Warga Tompaso Minta Vaksin Gratis Pemerintah

Minahasa – Trauma kasus rabies yang menyerang salah satu warganya hingga akhirnya meninggal dunia pada pekan lalu, warga Kecamatan Tompaso Barat, khususnya Desa Touure, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui instansi teknis terkait agar dapat membantu vaksin gratis anti rabies.

‎”Ada kasus rabies yang dialami salah satu warga kami dan masih termasuk anggota keluarga kami juga, hingga akhirnya meninggal dunia. Oleh pihak rumah sakit mengharuskan semua anggota keluarganya diberi vaksin karena bisa jadi sudah ada kontak dengan si penderita,” tukas Jurny Mentang, warga Touure.

Disisi lain, Mentang melanjutkan, pihaknya kesulitan dalam mencari vaksin tersebut sebab kalaupun dapat harganya cukup mahal.

“Sudah digigit anjing rabies tapi vaksin juga sempat kesulitan ditambah lagi masalah biaya. Setahu kami vaksin tersebut gratis untuk masyarakat sebagaimana program kesehatan gratis untuk masyarakat, tapi nyatanya berbeda dan harus dibayar mahal,” terang Mentang.

“Kami berharap ada campur tangan pemerintah untuk dapat membantu memberikan vaksin rabies gratis kepada warga Tompaso, khususnya yang terindikasi terkena rabies karena kontak dengan orang yang terinfeksi,” ujarnya lagi.

Dirinya kemudian mengisahkan, korban ini digigit anjing sekira bulan Juli lalu di pasar Tompaso, namun tak disangka kalau ternyata anjing tersebut terinfeksi rabies.

“Karena anjing liar di pasar tak tau siapa pemiliknya sehingga korban juga tak menyangka bila anjing yang menggigitnya adalah anjing yang terinfeksi rabies. Baru belakangan diketahui setelah ada reaksi yang kemudian sudah tak tertolong lagi meski sempat dilarikan ke RSUD Kandouw Malalayang, bahkan keluarga yang lain oleh pihak RS diminta untuk suntik vaksin,” tutur Menteng.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes, ketika dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat ini menuturkan, pihaknya sudah menerima laporan terkait adanya korban penyakit rabies di desa Touure.

Menurutnya, khusus warga yang sudah mendapatkan suntikan vaksin hendaknya mendatangi puskesmas Tompaso untuk mendapatkan vaksin tersebut.

“Memang biaya untuk faksin tersebut lumayan mahal. Saya sarankan agar supaya warga mendaftarkan diri terlebih dahulu ke BPJS agar nantinya mendapatkan rujukkan ke RSUD Tondano,” ucap Kaunang.

Selanjutnya dirinya menjelaskan bila penanganan antisipasi penyakit rabies harus dilakukan pemberian vaksin hingga empat kali dan hal tersebut wajib dilakukan agar sembuh dari infeksi rabies.

“Informasi yang kami peroleh, korban di Touure ini pernah mendapatkan suntikan vaksin namun hanya sekali suntikan. Jadi warga yang terkena dampak rabies ini agar segera mendatang Puskesmas terdekat,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan