Anggoronggang:Mata Air di Mitra Tak Terurus

(Foto.ilustrasi)
(Foto.ilustrasi)

Mitra-Proyek perbaikan jalan di wilayah Tombatu berpotensi merusak sumber mata air yang banyak terdapat di pinggir jalan.Mestinya, usai pembuatan jalan diadakan perawatan terhadap mata air di sekitar jalan itu.

Ketua LSM Dormansi, Rully Anggoronggang mengatakan, proyek tersebut terdapat di Touluaan, Tombatu Utara di Kuyanga serta Nonolua di Tombatu Timur.“Proyek di tiga tempat itu mengancam mata air di sekitarnya,” kata dia.

Dibeber Rully, mata air tersebut letaknya tak jauh dari jalan.Mestinya, kata dia, mata air itu tak dibiarkan setelah jalan selesai dibuat.”Harusnya dibuat bak atau apalah, kemudian diadakan perawatan,” kata dia.Dari pengamatannya, mata air tersebut dibiarkan terlantar.Tanah sekitarnya bahkan telah berlubang.”Sangat sayang jika tak dimanfaatkan,” bebernya.

Menurutnya, potensi yang dimiliki mata air tersebut sangat besar.Dengan kondisi di wilayah Tombatu yang masih kekurangan air bersih, mata air tersebut bisa jadi penyelamat.Proyek air bersih di Silian tak berjalan mulus, perlu dicari lagi mata air lain,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakannya, pembiaran tersebut bertentangan dengan program pemerintah yakni mencari mata air.”Kami dari LSM mendukung program tersebut dengan terlibat dalam upaya pencarian mata air, yang amat disesalkan adalah mata air yang ditemukan justru dibiarkan,” bebernya.

Diketahui, sebagian besar wilayah di Mitra mengandalkan pasokan air dari proyek air bersih yang bersumber dari mata air.PDAM di Mitra masih menginduk ke Minsel hingga tak berfungsi maksimal.

Pengamat Sosial, Noldy Pangkerego mengatakan, program pencarian mata air jangan menjadi proyek nomor dua.“Pembangunan jalan penting, namun proyek air bersih kan juga Samisade,” kata dia.(Alfian Jay).

Tinggalkan Balasan