
Manado – Oknum Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M Nasser membenarkan bahwa dirinya merupakan teman kuliah Strata 3 ilmu kesehatan dengan Jerry Tambun, pengacara dari dokter Ayu Cs yang divonis 10 bulan oleh MA karena telah menyebabkan pasien melahirkan, meninggal dunia.
Ini disampaikannya melalui via telepon, Sabtu (14/12). “Iya benar, bahwa Jerry Tambun teman kuliah saya di S3,”katanya.
Dirinya pun mengakui bahwa sebelum datang ke Manado untuk menanyakan kasus dokter Ayu, Nasser menghubungi terlebih dahulu Jerry Tambun. Ketika sampai di Manado, Nasser pun juga menghubungi Jerry Tambun.
Nasser datang pada pekan lalu bersama dengan komisi kejaksaan, dan komisi yudisial. Mereka pun datang ke Polda, Kejati dan juga Pengadilan Negeri Manado serta ke RSUP Prof Kandou. Dari kedatangan mereka, Nasserlah yang paling banyak bicara.
Dirinya pun dengan nada lantang mengungkapkan bahwa ada yang salah pada proses penyelidikan, penuntutan hingga di pengadilan. “Kami menemukan ada yang salah pada proses ini,” ucapnya mewakili komisi kejaksaan, dan komisi yudisial.
Sebelumnya, Nasser pun sempat menghubungi pihak Polda ketika pulang dari Manado. Dia menghubungi AKP Hanny Lukas, penyidik yang memegang kasus tersebut melalui Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol. Drs. Sutoyo, M. Hum. Nasser pun meminta penjelasan dari AKP Hanny Lukas.
Dengan gaya mengintimidasi, Nasser menanyakan alasan penyidik yang tidak menetapkan tersangka pihak RSUP Prof Kandou.
Hanny Lukas pun menjelaskan bahwa RS itu adalah institusi dan hanya bisa dituntut perdata. Sedangkan persoalan mengenai meninggalnya Fransiska Makatey, murni karena kelalaian.
“Iya saya tahu itu. Tak perlu Anda mengajari saya,” kata Nasser. Komisioner Kompolnas itu pun bahkan menuding penyidik telah menerima uang dari dr Ayu Cs.
“Jika saya menerimanya kenapa kasus lanjut terus hingga pengadilan dan mengapa hingga ada putusan dari MA? Silahkan buktikan jika saya menerima uang,” bantah Lukas.
Nasser pun kemudian mengancam akan melaporkan hal tersebut kepada presiden. Kepada wartawan, Nasser pun mengaku bahwa telah menghubungi penyidik melalui Irwasda. Dia pun menganggap rendah penyidik.
“Bukan level saya untuk menghubungi penyidik. Yang saya hubungi itu Irwasda. Tidak level saya menghubungi penyidik,” ucapnya yang kemudian mematikan teleponnya.(kontributor)

























