Minahasa – Guna menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok dari serangan COVID-19, serta memutus mata rantai penyebarannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait, melakukan kiat percepatan vaksinasi bagi masyarakat.
Mulai dari anak dan remaja usia 12-17 tahun, masyarakat umum, hingga lanjut usia (Lansia) dan ibu hamil, menjadi sasaran vaksinasi. Berbanding lurus, animo masyarakat yang menjadi sasaran ini pun secara antusias dan sukarela datang ke sejumlah gerai vaksinasi untuk memberi diri divaksin.
Catatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, dari 281.595 orang yang menjadi sasaran vaksinasi, hingga hari ini, Sabtu (05/09), sudah mencapai 32,16 persen atau 90.566 orang divaksin untuk dosis pertama, dan 11,75 persen atau 33.080 orang untuk dosis kedua, dimana data ini naik dari data per 27 Juli 2021, yang baru mencapai 25,26 persen untuk 78.604 orang, sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua baru mencapai 17.281 orang atau 5,55 persen.
“Untuk dosis ketiga atau booster, capaian di Kabupaten Minahasa baru 0,29 persen atau sebanyak 812 orang yang, pada umumnya adalah tenaga kesehatan (Nakes). Dimana, Nakes di Minahasa saat ini sebanyak 2.054 orang,” terang Kepala Dinas Kesehatan Minahasa dr Maya Rambitan MKes, kepada Cybersulutnews.co.id.
Peningkatan cukup signifikan ini tak lepas dari upaya Pemkab Minahasa yang intens melakukan vaksinasi massal, yang didalamnya melibatkan TNI Kodim 1302 Minahasa dan Polri Polres Minahasa, serta berbagai lembaga lainnya.
Meski begitu, capaian vaksinasi di Minahasa ini juga bergantung pada distribusi vaksin dari pusat ke Pemerintah Provinsi Sulawesi utara, dan selanjutnya distribusi ke Kabupaten Minahasa. Artinya, bila distribusi lambat yang mengakibatkan vaksin mengalami kekosongan, maka secara otomatis akan mempengaruhi upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi.
Vaksinasi massal ini tentu memiliki harapan besar agar herd immunity terhadap COVID-19 sesegera mungkin terjadi di Minahasa, sehingga aktivitas masyarakat bisa lebih sedikit leluasa dari sebelumnya, meski tetap harus terus mengedepankan protokol kesehatan yang ketat, yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
Meski demikian, Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi sendiri mengakui bila capaian vaksinasi di Minahasa ini belum mencapai target yang diharapkan. Sehingga, dirinya berharap semua pihak, baik TNI dan Polri, maupun lembaga lain, dapat turut serta membantu percepatan vaksinasi ini.
“Vaksinasi di Minahasa memang belum mencapai target yang diharapkan, sehingga apa yang dilaksanakan saat ini bersama TNI dan Polri dan sejumlah lembaga, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan, sangat membantu kita dalam percepatan vaksinasi, dalam rangka menciptakan kekebalan kelompok,” kata Bupati.(fernando lumanauw)


























