by

Barometer, Ketertiban Lalu Lintas Di Kota Tondano Butuh Sentuhan

Minahasa – Sebagai Ibukota Kabupaten Minahasa, Kota Tondano seharusnya menjadi barometer dalam segala hal bagi daerah-daerah lain di Kabupaten Minahasa. Termasuk didalamnya persoalan dalam berlalu lintas di jalan raya alias tertib lalu lintas.

Sejumlah kalangan menilai, Kota Tondano masih terbilang semrawut bila dilihat dari sisi lalu lintas-nya, meski dapat dikatakan Tondano masih sedikit kendaraan bermotor yang lalu lalang.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya rambu-rambu larangan lalu lintas yang dilanggar seenaknya oleh pengendara, seperti melintas pada jalur dilarang masuk, dilarang melintas ataupun berhenti dan parkir di tempat larangan dilarang parkir. Parahnya, hal ini sepertinya telah menjadi budaya pengendara kendaraan bermotor di Tondano, sehingga mungkin mereka menganggap bahwa rambu larangan itu sekedar penghias jalan raya semata.

Sudah seharusnya Tondano menjadi barometer tertib lali lintas di Minahasa. Peran penegak aturan dijalan pun dituntut maskimal dalam menjadikan lalu lintas di Kota Tondano, yang belakangan ini mulai lepas dari stigma negatif seperti “Kota Mati”, karena banyaknya perubahan yang mulai terjadi atas upaya pemerintah.

“Tugas kami hanya memantau dan arus lalu lintas dan menata lalu lintas ini melalui pemasangan rambu-rambu lalu lintas untuk menertibkan pengendara, selain itu juga merekayasa arus lalu lintas bila diperlukan untuk mengurai kemacetan dan sebagainya. Tapi, kalau soal rambu lalu lintas dan itu kemudian dilanggar pengendara, kami tidak bisa melakukan tindakan disiplin atau pemberian sanksi, sebab itu bukan bagian kami karena akan berbenturan dengan aturan,” tukas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Minahasa Ronny Suwarno SSos kala ditemui Cybersulutnews.co.id, belum lama ini.

Kalau demikian, siapa yang punya kewenangan menertibkan lalu lintas dengan disertai penindakan disiplin kepada pengendara yang suka melanggar aturan lalu lintas? Tentu hal ini menjadi tugas Satuan Lalu Lintas Polres Minahasa sebagai pemangku tugas penegakan disiplin berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Ferdy Runtu SH mengatakan, kesadaran pengendara dalam berlalu lintas di Kota Tondano memang diakuinya masih kurang. Menurutnya, pihaknya terus melakukan penindakan di lapangan seperti razia kendaraan bermotor yang dinilai melanggar aturan dan tidak lengkap surat kendaraan bermotor.

“Pada prisnsipnya kami terus berupaya menjadikan Kota Tondano tertib berlalu lintas meski kami menilai masih banyak pengendara yang suka seenaknya melanggar aturan,” ujar Runtu sembari meminta pengendara kendaraan bermotor agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan berkendara.

Disisi lain, Sanny Manoppo, salah warga Tondano pemerhati lalu lintas menilai, penertiban lapangan bukan hanya soal penindakan melanikan dimulai dari pencegahan, dengan menempatkan personil Sat Lantas di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas.

“Kalau cuma merazia kendaraan tanpa surat atau tak lengkap atribut dalam berkendara, itu kan tidak terjadi sepanjang hari, tapi hanya beberapa saat saja, sementara pengendara kerap melanggar aturan berlalu lintas saat mana ada dan tidak ada razia. Tapi, untuk menertibkan lalu lintas saya kira harus ada sentuhan khusus penindakan lapangan,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed