Bayi Mungil Berat 3,3 Kg Ditinggal Ibunya di RS Ratumbuysang

Direktur RS Ratumbuysang dr Juni Tampemawa MKes saat memberi susu ke bayi Majesty (foto:ist)
Direktur RS Ratumbuysang dr Juni Tampemawa MKes saat memberi susu ke bayi Majesty (foto:ist)
Manado – Sungguh malang nasib bayi perempuan mungil, dengan berat 3,3 Kg, panjang 50 cm ditinggal ibunya pasca bersalin di Rumah Sakit Ratumbuysang Manado pasca bersalin, Selasa 29 September 2015 lalu.

Menurut Direktur RS Ratumbuysang, dr Juni Tampemawa MKes mengatakan bahwa bayi perempuan ditinggalkan ibunya usai pasca bersalin, Rabu (30/9/2015) kisaran Pukul 14:00 Wita.

“Awalnya.si ibu mendatangi di rumah sakit mendaftarkan diri sendiri. Saat ditanyai petugas identitas, dia mengaku telah hilang. Akan tetapi dia hanya menunjukan kartu peserta BPJS kelas III,”ujarnya kepada Cybersulutnews.co.id

“Kemudian sesuai standar pelayanan, kami melayaninya dan ditangani pihak rumah sakit.Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata masa hamilnya sudah melebihi 9 bulan yakni 40 hari. Sehingga perlu penanganan serius. Maka pihak rumah sakit merujuknya ke rumah sakit yang melayani peserta BPJS. Namun dirinya menolak,” lanjutnya.

“Alasan kami merujuk dikarenakan peralatan dalam penanganan pasien di rumah sakit masih tidak lengkap. Akan tetapi pelayanan dalam persalinan harus dilakukan. Kisaran Pukul 22:00 Wita pasien melahirkan normal,”terangnya.

Pengakuan pasien, bahwa bayi perempuan merupakan anak ketiga. Keesokan harinya, Rabu (30/9/2015) kisaran Pukul 14:00 Wita salah satu perawat melaporkan bahwa si ibu bayi dengan ciri-ciri kulit agak gelap, hidung mancung, berwajah oval. Tinggi 155 cm, rambut hitam agak panjang,alis tipis berkacamata tidak ada di kamar.

Tak hitung tiga perawat mengejarnya,akan tetapi tak berhasil.

Adanya kejadian ini, petugas sempat curiga dikarenakan, pasien sepertinya gelisah.

“Terlebih tak ada keluarga yang berkunjung pasca bersalin,”ujarnya.

Ditambahkan, kejadian tersebut telah melaporkan ke Polsek terdekat.
Dan saat ini si bayi dirawat di rumah sakit.

“Baik kondisi bayi yang butuh susu menjadi perhatian kami, sehingga bayi tersebut diberi nama majesty. Menariknya, banyak berkeinginan bersedia mengadopsi majesty,”imbuhnya.(tian)

Tinggalkan Balasan