
Bahkan Caroll menyebut sejumlah pihak berkepentingan malah marah atas dirinya dengan berbagai alasan.
“Alasan pertama yakni munculnya kelompok yang menamakan Baroll. Baroll itu adalah Barisan Caroll yang mendukung saya pada saat pencalonan legislatif waktu lalu. Nah, setelah saya menjadi Anggota DPRD, saya tak punya hak untuk mengarahkan dukungan mereka pada saat ini. Kecuali saya mempunyai hak paten atas nama Baroll,” tegas Caroll kepada sejumlah wartawan, Selasa (10/11/2015) di ruangannya di Kantor DPRD Tomohon.
Jadi ketika muncul kelompok relawan dengan nama sama Baroll yang mendukung pasangan Jimmy Eman – Syerly Sompotan (Emas), Caroll mengatakan hal tersebut tidak ada sangkut-paut dengan dirinya.
“Mereka (Relawan Baroll – red) punya hak asasi untuk memilih siapa. Dan saya tak pernah memerintahkan mereka untuk memihak pasangan di sebelah (Emas-red). Kecuali orang partai harus mendukung calon PDI-P. Itu harga mati,” ujar Legislator PDI-P ini.
Yang menyulut emosi Caroll saat dia mendapati informasi ada sejumlah pihak yang memunculkan nama Barca atau Barisan Anti Caroll.
“Nah, ini kan sudah kampanye gelap. Entah itu benar-benar kelompok yang anti terhadap saya atau hanya wacana yang dimunculkan sejumlah pihak sebagai bentuk pembunuhan karakter,” tegas Caroll.
Dia pun akhirnya menegaskan jika dirinya satu visi mendukung Jonru-VOP pada Pilkada Tomohon.
“Saya sebagai Ketua Partai tentu harus memenangkan Jonru-VOP,” tukasnya.
Diketahui sebelumnya menjadi heboh saat kelompok relawan dengan nama Baroll muncul pada saat kampanye pasangan Emas beberapa waktu lalu. Tudingan pun mengarah kepada Caroll yang dituding sengaja mengarahkan para pendukungnya untuk tak mendukung pasangan Jonru-VOP.(maria)


























