Manado – Pada acara Sarasehan Nasional dengan tema Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publi di ruang CJ Rantung, Rabu (19/11/2025) Gubernur Yulius Selvanus memaparkan visi pembangunan Sulut 2025-2029.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius menegaskan tiga misi strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut sebagai kunci mengakselerasi kemajuan daerah.
Misi pertama yang disorot adalah pembangunan perekonomian daerah dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 7,8 hingga 8,8 persen pada 2029.
“Sulut akan fokus mengembangkan sektor koperasi, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri dan pertanian sebagai motor penggerak ekonomi,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Gubernur Selvanus menegaskan bahwa obligasi daerah dapat menjadi instrumen vital pembiayaan pendukung program-program prioritas ini.
Selanjutnya, misi memperkuat daya saing daerah dan internasional juga menjadi perhatian utama. Dengan target Indeks Daya Saing Daerah naik dari 3,53 menjadi 3,69, pemerintah Sulut bakal mengoptimalkan infrastruktur jalan, pelayaran, pengelolaan sampah, hingga pengembangan ekspor untuk menjadikan Sulut semakin kompetitif di tingkat global.
Terakhir, misi ketahanan pangan, energi, dan air yang merata dan berkelanjutan juga mendapat perhatian khusus.
Target indeks ketahanan pangan 76,39 dan indeks kualitas lingkungan hidup 79,56 menunjukkan keseriusan Sulut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dan konservasi sumber daya alam.
Gubernur Yulius menutup sambutannya dengan menekankan bahwa obligasi daerah bukan hanya solusi pembiayaan, tetapi juga peluang investasi publik yang dapat memperkuat fondasi ekonomi Sulawesi Utara untuk masa depan yang lebih cerah.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Bapak Melchias Markus Mekeng, M.H., bersama Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng., Deputi Komisioner Pengawas OJK, Bapak Eddy Manindo Harahap, Direktur Eksekutif Nagara Institute, Dr. Akbar Faizal, M.Si., serta Ketua Panitia Sarasehan Nasional, Bapak Aditya Moha, S.Ked, M.M.
Hadir pula para Bupati dan Walikota serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

























