Manado – Kapolda Sulut, Wilmar Marpaung, Rabu (29/04/2015) menggelar dialog bersama masyarakat Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra membahas perselisihan yang mengakibatkan rusaknya Kantor Mapolsek Ratatotok serta pembakaran rumah Elisabeth Lalujan.
Selain melakukan diskusi, Kapolda juga memerintahkan pasukannya yang ada di Polres Minsel serta Polda Sulut untuk standby di daerah yang dinilai ‘rawan’. Sikap itu diambil kata Kapolda, untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis lain yang nantinya dilakuka warga.
Kepada warga Kapolda mengatakan, dalam melakukan penindakan polisi tidak akan memihak. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum seperti main hakim sendiri.
“Prinsipnya siapapun yang salah harus ditindak. Hukum harus ditegakkan, dan polisi bekerja secara professional, polisi tidak akan memihak. Bila ada yang merasa dirugikan, maka segera lapor ke pihak yang berwajib,” kata Kapolda kepada warga saat menggelar dialog.
Ia pun mengingatkan kepada masyarakat, apabila terdapar oknum polisi yang bertindak melampui batas kewenangan agar segera melaporkan oknum tersebut.
“Polisi tidak akan pilih kasih, siapa salah salah akan ditindak,” jelasnya.
Dialog warga Desa Basaan bersama Kapolda berlangsung lancar dan tertib hingga usai. Kapolda yang didampingi puluhan personil bersenjata lengkap setibanya di Ratatotok langsung melakukan dialog di Kantor Mapolsek Belang. Dengan sabar Kapolda mulai mendengar satu persatu keluhan warga.(jenglen manolong)

























