Tomohon – Meski sempat menjadi polemik di pusat, namun seluruh sekolah di Tomohon sudah menerapkan Kurikulum K13.
Kadis Dikda Kota Tomohon Dr Dolvin Karwur mengatakan, seluruh sekolah sudah menerapkan K-13. Hanya saja, penerapannya tidak serentak. Ada yang baru memulai semester pertama dan kedua.
“Dikda Tomohonsudah menerapkan semuanya (K-13, Red). Untuk SD kelas I, II, IV, dan V. Untuk SMP kelas VII dan VIII, sedangkan SMA kelas X dan XI. Kalau di Tomohon dari awal kami sudah siap menerapkan K-13,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih akan menunggu surat resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal nasib K-13. Apakah harus kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006, atau tidak.
“Sekolah tetap jalan seperti biasa sebelum ada edaran resmi. K-13 secara substansi adalah mendorong guru untuk kreatif dan inovatif, mengajar dengan hati, dan menebar inspirasi. Oleh karena itu hendaknya guru harus dapat mengambil momentum dari perubahan kurikulum ini, bukan malah sebaliknya, masa bodoh dan apatis apalagi terperangkap pada zona nyaman yang pada giliranya menjadi skeptis, mandek, tanpa passion dan challenge,” katanya.
Karwur menambahkan, untuk SD dan SMP sudah 100 persen menerapkan K-13. Namun, kendala muncul dalam pendistribusian buku yang mengalami keterlambatan.
“Buku SMP sudah terdistribusi 100 persen, SD sudah datang juga, hanya sedang dalam pendistribusian di Kantor Pos. Tema I SD serentak dan susulan terkirim. Untuk kendalanya ada pada distribusi buku semester I SD. Tapi sudah bisa diantisipasi dengan fotokopi,” tandasnya. (maria wolajan)





















