Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, turut menghadiri pelantikan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) terpilih, Drs Ronny Sompie SH MH, yang tak lain adalah Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, yang dilaksanakan di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading Jakarta, Sabtu (17/06).
Juga hadir dalam pelantikan ini, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandow, Mantan Plt Gubernur Sulut DR Sonny Sumarsono MDM, mantan Gubernur Sulut SH Sarundajang, Theo Sambuaga, Ventje Rumangkang, Lucky Korah serta ribuan warga kawanua dari seluruh Indonesia.

Pelantikan Sompie beserta jajaran pengurus DPP KKK ini dilakukan melalui prosesi adat yang dipimpin oleh dr Bert Adriaan Supit, selaku Ketua Presidium Majelis Adat Minahasa (MAM), yang mewakili 9 Pakasaan yakni masing-masing Pakasaan Tonsara, Pakasaan Toudano, Pakasaan Tombulu, Pakasaan Tontemboan, Pakasaan Tonsawang, Pakasaan Pasan, Pakaaaan Ponosakan, Pakasaan Bantik serta Pakaaaan Babontehu.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat membawakan sambutannya berharap, KKK dapat terus melibatkan diri secara pro aktif dalam pembangunan di Sulut.
Dikatakan Dondokambey, peran aktif KKK harus selalu berlandaskan pada semboyan hidup orang Sulut ‘Torang Samua Basudara, Baku – Baku Bae, Baku – Baku Sayang karena Torang Samua Ciptaan Tuhan’.
“Tanamkan sifat seperti apa yang dikatakan bapak GSSJ Ratulangi, Tou Kawanua harus terus menanamkan semangat sehati dan sepikir guna saling menghidupi satu sama lain. Mari teruskan budaya ‘Sitou Timou Tumou Tou,” ujar Dondokambey.
Sementara itu, Ketua Umum KKK Ronny Sompie saat menyampaikan sambutannya menegaskan bahwa, tujuan utama KKK adalah sebagai wadah silaturahmi yang bertujuan untuk mempersatukan Tou Kawanua di seluruh Indonesia.
“Tou Kawanua di manapun berada harus saling baku-baku bae dan saling mendukung satu sama lain,” tukas Dirjen Imigrasi ini.
Prosesi Pelantikan DPP KKK ini turut diwarnai sejumlah atraksi budaya khas Minahasa, dan yang menarik adalah saat acara makan, seluruh undangan yang hadir melaksanakan budaya makan bersama dengan menggunakan alas daun pisang.(fernando lumanauw)


























