Dinas PU Tomohon “Lempar Bola” ke BPJN

Akui Tidak Ada Anggaran untuk
Pengaspalan Jalan Tinoor-Lota

Tomohon—Pembangunan jalan Tinoor-Lota yang dikerjakan sesuai nilai kontrak kurang lebih Rp2,2 miliar sepanjang 2,250 Km, sampai saat ini terus menuai sorotan dari masyarakat. Hal ini dikarenakan jalan tersebut tidak diaspal sehingga sudah rusak karena dipenuhi oleh rumput liar.

Tidak adanya anggaran pengaspalan terhadap jalan ini, diakui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tomohon, Herry Tumurang.

“Memang tidak ada anggaran untuk jalan tersebut. Sebenarnya kami sudah akan siapkan anggaran di tahun 2015, tapi oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI meminta jangan dulu diaspal karena nanti mereka (BPJS,red) yang akan kerjakan sehingga kami tidak jadi menyiapkan anggaran pengaspalan,” jelas Tumurang kepada wartawan, Senin (15/02/2016).

Pernyataan Tumuran ini seakan lempar bola jika masalah pengerjaan jalan tersebut harus disalahkan ke pihak BPJN Wilayah XI. Meskipun demikian, diakui Tumurang, jalan itu nantinya akan ditangani BPJN sebagai jalan nasional yang akan diperlebar sampai 30 meter. Namun karena adanya permasalahan dalam pembebasan lahan, proyek tersebut jadi terhenti.

“Dalam kontrak yang kami tangani itu hanya untuk pengerasan dengan lebar 3 meter dan akan dilanjutkan oleh BPJN menjadi 30 meter. Tapi karena belum selesai pembebasan, jalan itu belum dikerjakan,” ungkap Tumurang.

Dirinya membantah jika pembangunan jalan tersebut bermasalah. Sebab, pengerjaan jalan Tinoor-Lota sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulut.

“Jalan itu sudah diperiksa BPK dan tidak ada masalah,” tandasnya.

Ditambah Tumurang, untuk proyek jalan bernama paket pembangunan jalan dan tangga-tangga Tinoor, menghabiskan anggaran sebesar kurang lebih Rp2,2 miliar dalam APBD 2014.

“Nama paket pembangunan jalan dan tangga-tangga Tinoor, tapi penanganannya sudah sekaligus dengan jembatan menuju Lota,” tambah Tumurang.(mar)

Tinggalkan Balasan