Bitung- Meski harga bahan bakar minyak jenis premium sudah diturunkan oleh pemerintah pusat sejak 1 Januari 2015 lalu, namun hingga kini tariff angkutan kota (angkot) di Bitung, belum juga ada penyesuaian alias belum turun.
Hal ini membuat Sekkot Bitung, Drs Edison Humiang, MSi terlihat berang. Humiang yang ditemui usai memimpin rapat jajaran secretariat, Selasa (06/01) mengaku kesal dengan Kadis Perhubungan, Oktaf Kandoli yang dinilainya terlalu lambat dalam mengambil keputusan.
“Penyesuaian tariff itu urusan Dinas Perhubungan. Saya sudah perintahkan mereka untuk segera lakukan penyesuaian tariff angkot, karena memang harga premium sudah turun dari 8.500 menjadi 7.600. Tapi sampai saat ini hal itu belum juga dilakukan,” tandas Humiang.
Humiang menambahkan, jika memang Dinas Perhubungan tidak mampu mengambil kebijakan penyesuaian tariff, maka pihaknya akan menugaskan pejabat lain, untuk melakukan kajian dalam hal penyesuaian tariff angkot, mengingat hal ini berpengaruh pada masyarakat.
“Masyarakat jelas bertanya-tanya. Seakan-akan pemerintah kota tidak memperhatikan penurunan harga BBM. Kalau memang tidak ada tindakan nyata dari Dinas Perhubungan, maka saya akan tugasan Asisten III untuk segera mengambil langkah terkait hal ini,” tegasnya. (hezky)























