Gas Elpiji Langka di Tomohon

Tomohon – Seiring tingginya minat masyarakat Tomohon menggunakan gas Elpiji 3 kg, membuat stock yang diberikan Pertamina tak cukup.


Hal ini disebabkan kuota gas elpiji yang disalurkan di Tomohon masih menggunakan data lama.


Dari data yang dirangkum, Pemkot Tomohon masih berpegang pada 22.270 rumah tangga penerima.


“Setiap pangkalan harus meng-update berapa masyarakat yang menggunakan gas elpiji. Data itu nantinya akan kami perbaharui sehingga bisa meminta stock elpiji 3 kg lebih banyak lagi,” kata Sekretaris Daerah Kota Tomohon, DR Arnold Poli kepada wartawan.


Selain itu, data tersebut dapat mengurangi kecurangan dari pengguna elpiji atau warga. Sebab, ada masyarakat bisa membeli melebihi apa yang menjadi kebutuhan mereka.


Poli mengakui, permintaan elpiji 3 Kg di kota Tomohon sudah semakin meningkat. Bahkan tak jarang pangkalan kehabisan stok tabung gas sehingga harus membeli di luar daerah seperti Manado.


“Jika ada data, maka kami dari Pemkot Tomohon siap menambah kuota. Ini supaya warga semuanya bisa mendapatkan jatah dan tidak membeli di luar daerah,” tandas Poli.


Di sisi lain, Kabag perekonomian, Vonny Montolalu menjelaskan jika adaa sejumlah pangkalan gas elpiji yang belum mengurus surat izin.


Menurutnya, kota Tomohon saat ini memiliki 2 agen dan 139 pangkalan. Pangkalan juga diminta menjual elpiji 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp16 ribu.


“Pangkalan diminta jangan seenaknya menaikkan harga jual, karena jika kedapatan maka akan diberikan surat teguran. Jika tidak diindahkan, maka pertamina bisa melakukan Pemutusan Hubungan usaha (PHU),” tandas Montolalu.

Tinggalkan Balasan