
Manado- Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden semakin dekat. Tensi politik semakin meningkat. Tinggal 5 hari nasib bangsa akan ditentukan pada 9 Juli 2014 mendatang. Untuk itu, Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) kembali mengingatkan untuk jaga keamanan bersama dan menggunakan hak suara dalam pencoblosan nanti.
“Ini adalah pesta demokrasi bangsa yang besar, pesta demokrasi yang menggembirakan. Oleh karena itu, kita semua wajib menyukseskannya. Sebab suara anda akan menentukan nasib bangsa kita ke depan,”ingat Gubernur baru-baru ini di Bumi Beringin Manado.
Dikatakan SHS, setelah Pilpres, nantinya pada tanggal 20 Oktober 2014 ada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. “Saya berharap pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar. Tentunya masing-masing telah memiliki pilihannya sendiri. Tinggalkan cara-cara yang tidak mendidik dan saling hujat. Silahkan pergunakan hak suara kita masing-masing, dan mari kita semua untuk menjaga keamanan, dan kerukunan yang telah terbina selama ini,”ajaknya.
Bersamaan dengan itu, Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil, juga mengimbau agar seluruh warga Sulut, dari Miangas sampai Molosipat, untuk mensukseskan agenda politik nasional.
“Pemilihan Capres dan Cawapres sudah didepan mata. Mari kita semua sukseskan. Karena dengan menggunakan hak suara, berarti kita ikut menentukan nasib bangsa kita ke depan. Tetaplah jaga kerukunan dan keamanan serta persatuan dan kesatuan bangsa,”ajak Kansil.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulut, SR Mokodongan dalam suatu kesempatan resmi meminta warga Sulut untuk jeli memilih pemimpin. Selain itu ia menghimbau warga dalam menghadapi pesta demokrasi untuk tetap damai, saling menghargai walau berbeda dalam pilihan politik.
Selanjutnya Sekprov menyatakan bahwa dalam kapasitasnya seebagai aparatur negara, posisinya netral. “Saya senang jika Jokowi menjadi presiden sebab lahir dari rakyat, tetapi saya bangga jika Prabowo yang terpilih karena dikandung oleh ibu yang berasal dari Sulut,” ujarnya. (jete)
























