Manado – Sehan Landjar, Bupati Bolmong Timur (Boltim) tampil memukau dengan menjadi derigen terhadap Gema Sangkakala (GS) Youth, di Cafe atau Warung Kopi Rike 43 bilangan jalan Babe Palar Rike Kota Manado, Jumat 5 Juli 2013.
Bagaimana ceritanya ? Saat Bupati merakyat tersebut asyik menikmati segelas kopi hitam dan pisang goreng Goroho khas Warkop milik Nyongky Lesar bersama beberapa insan pers di Kota Manado, datanglah tim Gema Sangkakala Youth yang sedang menggalang dana untuk ikut kompetisi Bali International Choir Festival pada tanggal 20-26 Juli mendatang.
Selanjutnya Tim GS Youth tersebut meminta izin untuk membawakan beberapa lagu, hingga membuat Landjar yang biasa disapa Eyang ini, untuk mencoba menjadi derigen atau pengiring para tim GS Youth.
Menariknya, Landjar layaknya seorang Derigen profesional itu, tanpa sungkan memimpin anak-anak muda Gema Sangkakala dengan membawa lagu berjudul Haleluya.
Pengunjung cafe Rike 43 milik Nyongky Lesar pun terpukau melihat piawainya Bupati Boltim itu, hingga lagu Haleluya berakhir serta mendapat aplous dari pengunjung serta beberapa wartawan lokal di Sulut yang hadir di tempat tersebut.
Tak sampai disitu saja, Landjar kemudian meminta Kartika Korompis, serta Risa Paat bersama teman-teman lainnya yang tergabung dalam Gema Sangkakala Youth tersebut, untuk membawakan lagu daerah asal Bolmong atau Mongondo. Namun Risa Paat Cs menggelengkan kepala tanda tak tahu, selain membawakan lagu-lagu berbahasa Minahasa yang selama ini mereka kuasai.
Tak menunggu lama, Juliana Rumajar, tak lain orang tua dari keluarga pemilik Cafe Rike 43 langsung berdiri mewakili anak-anak muda Gema Sangkakala tersebut. “Saya mewakili anak-anak Gema Sangkakala,” timpal Juliana.
Oma Juliana yang saat ini berusia 79 Tahun itu, membuat Bupati Boltim terpana. Pasalnya, pensiunan guru yang menguasai bahasa Belanda, Inggris serta bahasa Mongondo yang merupakan “bahasa ibu” dari Sehan Landjar tersebut, kemudian tanpa sungkan membawakan lagu berbahasa Mongondo berjudul Aku Oi Momansingan yang berarti aku mau melompat, serta lagu Siadon Yobayatku artinya Dia Allah Temanku.
“Sungguh luar biasa, ternyata Oma bisa bernyanyi dan berbahasa Mongondo,” ucap Landjar yang kemudian merangkul Oma Juliana dengan penuh kasih.
Oma Juliana kemudian melanjutkan dengan bercakap-cakap dengan Bupati Boltim tersebut menggunakan bahasa Mongondo.
Landjar pun mengartikan dalam bahasa Indonesia, yang intinya Oma Juliana mengatakan orang tuanya yakni ibu adalah seorang guru pula yang pernah mengabdikan diri di Bolmong Raya. “Saya lama tinggal di Bolmong semasa kecil hingga dewasa.
Malah, saya begitu dekat dengan masyarakat Bolmong,” kata Oma Juliana dalam bahasa Mongondo yang kemudian mendapat sambutan hangat Landjar.
“Oma Juliana ini adalah seorang ibu yang begitu menghargai nilai-nilai budaya. Termasuk bahasa. Karena bahasa adalah karakter dari setiap orang dan saya menjadi seperti anak enam tahun yang melihat sosok Oma Juliana sebagai seorang ibu yang begitu tulus, seperti layaknya ibu saya,” jelas Landjar sembari mengatakan ibu adalah kunci kesuksesan setiap orang.
Disisi lain dalam kesempatan itu, Bupati Boltim yang selama 4 jam lebih di Cafe Rike 43, juga menyumbangkan beberapa rupiah uangnya untuk membantu GS Youth yang akan mengikuti ajang bergengsi Bali International Choir Festival 2013 di Pulau Dewata itu.


























