JS Turun Langsung Tinjau Lokasi Bencana

 

Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Saat Berada Langsung Di Lokasi Bencana
Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Saat Berada Langsung Di Lokasi Bencana

MITRA- Banjir bandang yang menimpa kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) membuat sejumlah fasilitas publik rusak parah seperti jembatan, bahkan rumah pendudukpun tak luput dari keganasan alam.

Bupati dan Wakil Bupati Mitra, James Sumendap SH dan Ronald Kandoli, meninjau langsung beberapa lokasi kejadian akibat banjir bandang tersebut. Terpantau CSN, debit air di beberapa lokasi sungai yaitu, di sepanjang alur sungai Palaus serta Sungai di Desa Rasi, kecamatan Ratahan, sudah mulai turun. Kendati begitu, bencana tersebut meninggalkan beberapa rumah penduduk porak-poranda baik dikelurahan Lowu Raya maupun Desa Rasi.

Bukan hanya meninggalkan korban materil yang cukup luar biasa, akibat bencana tersebut juga memakan korban seorang anak di Desa Rasi, yang hinggga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim gabungan SAR, TNI, POLRI, TAGANA serta Masyarakat.

Untuk desa Rasi sendiri, sejumlah alat berat-pun diturunkan untuk membersihkan sungai dan jalan yang dipenuhi kayu dan lumpur. Tak berselang beberapa lama, akses jalan sudah bersih dari matrial kayu dan sejenisnya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, melalui kepala Bidang penanggulangan bencana, Erik Manaroinsong menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pendataan terkait dengan korban jiwa dan material yang diakibatkan banjir bandang ini. “Kami masih melakukan pendataan terkait kerugian materi sampai dengan korban jiwa,” katanya.

Meski begitu, dirinya menyebutkan kerusakan secara umum yang ditimbulkan akibat banjir ini, dimulai dari kelurahan Lowu Raya, dimana ada sekira 9 rumah penduduk dan 1 tempat ibadah (GPDI) Lowu Utara ditambah dengan satu buah kendaraan jenis Avansa yang hilang terbawa arus sungai Kawiwi, selanjutnya di jembatan kelurahan Tosuraya, tepatnya didekat tempat ibadah Muslim (Masjid) sudah terputus. “Kemudian yang lebih parah lagi justru di desa Rasi, bukan hanya rumah yang dibawa banjir akan tetapi ada korban jiwa, seorang anak belum ditemukan,” jelasnya.

Untuk kerugian secara keseluruhan dirinya belum mengetahui secara pasti karena masih dalam pendataan. Sementara, Basarnas Sulut, Rio Marivo menjelaskan, pihaknya hanya fokus pada pencarian korban jiwa yang hingga kini, masih diupayakan pencariannya. “Tim kami sementara melakukan pencarian terhadap korban dibantu baik dari TNI, POLRI dan masyarakat,” terangnya. Menurutnya, pencarian akan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Yang pasti, kita akan berusaha dulu untuk menyisir disepanjang aliran sungai ini. Untuk hari ini, pencarian kami hentikan, dan akan dilanjutkan besok ,” tukasnya. (Alfian Tompunu)

Tinggalkan Balasan