Manado – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Manado, Kompol Roy Tambajong ditantang untuk merubah sikap arogansi anggotanya ketika berada di lapangan. Mengingat, hampir semua anggota Lantas Polresta Manado sering berbuat arogan kepada masyarakat pengguna jalan.
Seperti pantauan, ketika menggelar operasi di jalan Stadion Klabat, Kecamatan Wanea, Senin (21/09/2015) siang, salah satu anggota pengayom dan pelindung masyarakat bermana Brigadir Sumantari sempat membentak pengguna jalan.
Bahkan, tanpa memberi hormat kepada pengguna jalan, Brigadir Sumantari langsung mencabut kunci kendaraan bermotor yang melintas dijalur Stadion Klabat.
“Dia langsung mencabut kunci kendaraan ketika saya memberikan STNK motor saya. Padahal kan mereka pengayom dan pelindung, tetapi sikap mereka seperti itu,” kata salah satu pengguna jalan yang menggunakan motor Honda Beat berwarnah putih.
Ditambahkan pengguna jalan yang meminta namanya tidak dibuplikasi itu, selain mencabut kunci kendaraan secara tiba-tiba alias sembarangan, Brigadir Sumantari anggota polisi yang tidak mencerminkan sikap pengayom masyarakat itu juga sempat membentak pengguna jalan.
“Memang plat nomor pengendara sudah lewat pajak. Tetapi jangan dibentak-bentak, ditegur kan bisa. Polisi kan pengayom jadi tak usalah pakai cara-cara seperti itu,” sembur pengendara Honda Beat lagi.
“Saya juga merasa aneh tingkah dari para pengayom kita ini. Kendaraan yang tidak memasang penutup pentil malah ditilang. Sedangkan mobil Lamborghini yang tidak memakai plat nomor malah di kawal polisi,” sambungnya.
Perilaku dari Brigadir Sumantari itu, bertolak belakang dengan program dari Kasat Lantas, Roy Tambajong. Dimana, salah satu program Roy yaitu, Sat Lantas harus bekerja dengan kasih.
Selain itu, Roy juga menciptakan program 10.000 kawan. Dalam program itu sendiri, Roy menginginkan Sat Lantas harus berkawan dengan masyarakat.
“Targetnya yang penting kita selamat saja dulu. Jika ada yang melanggar bicara dengan baik, jangan langsung marah-marah. Karena, kita ini melayani dan mengayomi. Itu yang harus diingat. Saya akan tanamkan itu ke anggota,” terang Kompol Roy Tambajong ketika bertemu dengan wartawan pos Liputan Polda Sulut beberapa waktu lalu.
Sayangnya, program yang dibuat Kasat Lantas Polresta Manado itu belum sepenuhnya dilakukan anggota. Buktinya, masih ada anggota Lantas yang marah-marah ketika melakukan tugas, bahkan mencabut kunci pengendara secara tiba-tiba layaknya pencuri. (jenglen manolong)


























