
“Sudah ada calon tersangka. Sekarang sudah dalam tahap lidik. Tak butuh waktu lama lagi untuk penetapan tersangka supaya kasus ini tak menggantung lama,” kata Noor kepada wartawan.
Untuk pemeriksaan saksi sudah ada 15 orang yang diperiksa, baik dari dinas DPPKBMD maupun pihak ketiga.
“Pendalaman kasus ini hampir selesai. Tak lama lagi ada tersangka yang akan ditetapkan,” tukas Noor.
Diketahui kasus korupsi ini menyeret nama mantan Kadis DPPKAMB Tomohon Ir Harold Lolowang yang terjadi pada Tahun 2013, berkaitan dengan pengadaan komputer serta soft ware-nya.
Dari hasil audit investigasi yang dilakukan oleh BPK, kerugian Negara sementara ditaksir mencapai Rp 500 Juta dari total anggaran pengadaan senilai Rp 900 Juta khusus system (software-red).
Dugaan kerugian Negara muncul, karena software tetap dianggarkan pengadaannya, kendati oleh pemerintah pusat melalui Dirjen Pajak telah memberikan sistemnya secara gratis, tapi oleh Dinas Pendapatan diplot anggaran untuk pengadaan aplikasi. Aroma korupsi sudah terjadi sejak dilakukan proses lelang.(maria)




















