Tomohon – Fenomena Kota Tomohon sebagai Kota kecil yang terus berkembang tentu saja diikuti pula dengan masalah sosial kemasyarakatan.
Salah satu hal nyata yang terjadi setiap hari adalah sejumlah orang yang punya gangguan mental berkeliaran di Pusat Kota Tomohon.
“Kami selalu menertibkan mereka (orang gila (orgil-red) dengan membawa mereka ke pihak keluarga atau ke RS Prof Ratumbuysang Manado untuk dirawat, namun tak lama kemudian mereka kembali lagi ke Tomohon,”kata Kadis Kesehatan dan Sosial Kota Tomohon dr Isye Liuw kepada cybersulutnews.co.id belum lama ini.
Liuw mengaku sulit menertibkan orgil ini karena mereka selalu melarikan diri dari RS tempat mereka dirawat.
“Hal utama juga yang menjadi kendala adalah pihak keluarga yang masa bodoh untuk merawat orang-orang yang punya penyakit jiwa ini. Sehingga mereka tak dibawa berobat dan dibiarkan berkeliaran,” tegas Liuw.
Satu hal penting juga yang digarisbawahi adalah para orgil ini banyak yang berasal dari luar Tomohon.
“Ada yang dari Pineleng Minahasa, Manado dan beberapa daerah lainnya. Merka berkeliaran sampai akhirnya sampai ke Tomohon dan tinggal menetap denga hanya tidur di emperan-emperan,” terang Liuw.
Liuw pun berharap para keluarga yang sudah mengetahui keluarga mereka yang sakit jiwa ini untuk datang menjemput dan mengurus mereka.
“Dinkessos akan memfasilitasi agar nereka bisa terurus,” tukasnya.
Diketahui para orgil setiap harinya selalu nongkrong di pusat kota dekat pertokoan. Meski tak mengganggu masyarakat yang melintas, pemandangan ini merusak keindahan kota.
“Malahan ada seorang wanita yang sering duduk bertelanjang di dekat Patung Tololiu. Sungguh kasihan.Pemerintah dan keluarganya harus berusaha menangani hal ini. Jangan terus dibiarkan, ” ujar Sinthia warga Tomohon. (maria)




















