
“Pada kondisi cuaca yang ekstrem, sangat rentan terhadap dominasi berjangkitnya penyakit infeksi saluran pernafasan,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial, dr Isye Liuw.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari cuaca ekstrem, pihaknya mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar rumah.
Dia juga menganjurkan warga agar memakai masker dan kacamata serta menyiram halaman guna mengurangi efek panas.
Selain itu, di masa peralihan musim sekarang ini warga disarankan agar memperbanyak meminum air mineral, mengkomsumsi buah-buahan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Liuw, selain ISPA, masyarakat juga perlu melakukan antisipasi terhadap penyakit DBD.
Meski DBD kerap terjadi di musim hujan, tapi ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap selalu menjaga tempat-tempat penampungan air yang dibuat sendiri oleh warga.
“Ada kekhawatiran tempat penampungan itu akan menjadi sarang nyamuk dan akhirnya bisa beresiko menimbulkan penyakit demam berdarah,” kata dia.
Selain tempat penampungan air, masyarakat juga harus memperhatikan kebersihan dispenser air. Karena, kebersihan dispenser sebagai tempat air sering kali tidak diperhatikan sehingga bisa menjadi sarang munculnya penyakit DBD.
Selain itu, bagi masyarakat yang senang memelihara pot-pot tanaman, mereka dihimbau untuk menghindari genangan air yang terlalu lama di pot tersebut.
“Jadi DBD di musim kemarau ini bisa muncul dari tempat-tempat penampungan air yang dibuat oleh manusia. Ini yang harus diwaspadai,” ujar dia.(maria)




















