Kembangkan Aset Pariwisata, Pulau Likri Bakal Disulap Ketambahan “Bahtera Nuh”

Minahasa – Menyambut tahun wisata “Visit Pesona Wisata Minahasa 2017”, yang launching kegiatannya akan dilakukan di anjungan Selawesi Utara Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, 12 November 2017 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa serius melakukan pembenahan sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Minahasa.

Salah satu yang menjadi target untuk dikembangkan dalam menunjang wisata Minahasa ini adalah Pulau Likri yang ada di tengah Danau Tondano, yang pembangunannya akan segera dilakukan tahun 2017 mendatang.

Menurut Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (05/11) pekan lalu usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke-588 mengatakan, pemerintah akan membangun pulau kebanggaan tou Minahasa ini dengan sejumlah fasilitas memadai seperti rumah makan, tempat belanja sovenir khas Minahasa dan sejumlah aset lainnya.

“Kita akan ubah pulau ini dengan konsep seperti “Bahtera Nuh”, dimana didalamnya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata, agar setiap wisatawan yang datang berkunjung akan menikmati indahnya Pulau Likri dan Danau Tondano,” tukas JWS.

Selain Pulau Likri, Monumen Benteng Moraya juga akan menjadi target penyelesaian dengan menyiapkan sarana penunjang lainnya seperti pusat Wisata Kuliner dan fasilitas lainnya.

“Pokoknya semua aset pariwisata yang sudah dan sementara dibenahi akan segera kita tuntaskan termasuk Monumen Benteng Moraya yang terus kita genjot agar pembangunannya cepat selesai dan bisa segera digunakan dimana di lokasi itu akan menjadi pusat Kuliner Minahasa yang boleh dinikmati wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Ditambahkan pula, Pemkab Minahasa akan membangun “Kampung Cowboy” di wilayah Kecamatan Tompaso untuk para pecinta Topi Lebar, dimana di kampung ini akan didesain sedemikian rupa sehingga berciri khas Cowboy.

“Kita akan seriusi semua program Pemkab Minahasa ini dan memohon seluruh lapisan masyarakat Minahasa agar mendukung pemerintah dalam merealisasikan program ini dan turut menjaga aset-aset wisata yang sudah ada dan yang nantinya akan dibangun agar tetap lestari,” pinta JWS.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan