
Manado- Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertanak) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, yang mengikuti pelatihan kegiatan pertemuan tehnis optimalisasi pengolahan hasil holtikultura di kantor Dispertanak, di Desa Kalasey, terpaksa harus dievakuasi karena diduga keracunan makanan.
Dari informasi yang dirangkum, sekitar 50-an PNS dari daerah kabupaten kota se-Sulut, turut mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Kegiatan ini sendiri dimulai pukul 10.00 Wita, usai mengikuti apel korpri di Kantor Gubernur. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan di kantor Dispertanak di Desa Kalasey.
Usai makan siang sekitar pukul 13.00 Wita, puluhan PNS tersebut merasa kesemutan dan kejang-kejang di bagian wajah, tangan dan kaki hingga muntah-muntah.
Kepala Seksi Pengelolahan Hasil Pertanian Dispertanak Pemprov Sulut, Moce Kalalo ketika dikonfirmasi wartawan menyatakan, kejadian tersebut bermula usai jam makan siang. Sebagai ketua panitia, dirinya kebetulan memesan makanan catering kepada ibu Nika Monangin yang kebetulan satu kantor di Dinas Pertanian.
Lanjut Kalalo, kebetulan temannya tersebut memang sering menjadi tempat pemesanan makanan prasmanan apa bila ada kegiatan di Dispertanak. “Dia ada tempat usaha rumah makan, kita cuma pesan ikan ayam dan ikan mangail karena dia sering kita pakai kalau ada acara. Usai makan siang satu jam kemudian, muka saya terasa tegang. Kalu ikan gatal pasti muka ba merah-merah kong gatal, tapi ini ba kejang-kejang tu muka. Untung kita makan cuman spangal,” tutur Kalalo dengan wajah lemas saat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof RD Kandou, Malalayang, Selasa (17/06/2014) sore.
Senada juga disampaikan salah satu PNS Dispertanak Pemprov Sulut, Donal Pongantung yang sempat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya makan ikan bakar. Saat makan, belum merasakan apa-apa. Tapi setelah satu jam kemudian, seluruh wajah merasa kram, bahkan tangan dan kaki juga merasa tegang,” ungkap Donal yang tampak lemas saat dirawat diruang UGD RSUP Malalayang dengan tangan sebelah kiri dipasangi infus.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut, Yohanes Panelewen, yang mengaku tidak berada di tempat kejadian ketika dikonfirmasi masalah ini membenarkan adanya keracunan tersebut. “Namun pihak Kepolisian sudah langsung olah TKP untuk memastikan racun tersebut berasal dari makanan apa,”terangnya.
Sementara, Kapolres Manado Kombes Pol Sunarto ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Dewa Palguna menyatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti sampel makanan para korban. “Kami masih melakukan penyelidikan terkait zat apa yang terkandung didalamnya sehingga mereka keracunan,” tandas Palguna.




















