Minsel – Perseteruan antara Rommy Rumengan dan Noldy Pratasis rupanya terus berlanjut. Sehingga membuat Noldy Pratasis memberikan penjelasan terkait Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) yang sebenarnya. Dijelaskan Noldy, seharusnya Rommy Rumengan harus tahu malu dan sadar diri.
” Disaat penandatanganan surat notaris, Rommy dan istrinya tidak menandatangani dan hanya lima orang saja dan penetapan struktur organisasi, Rommy tidak masuk dalam struktur karena dia hanya melengkapi dan tidak diperlukan di Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) karena dia sama sekali tidak berwenang,” jelasnya.
Lanjutnya, secara otomatis sejak PAMI berdiri nama Romy tidak masuk dalam struktur. “Tapi karena posisi ketua harian tidak ada, maka waktu itu saudara Romi yang saya tunjuk tanpa SK dan kartu anggota. Penunjukan itu hanya berlaku 3 bulan , jadi jika saya melakukan pemecatan atau tidak sama sekali tidak berpengaruh, karena Romi tidak masuk dalam struktur pengurusan,” katanya lagi.
“Harus diingat saya adalah ketua dewan pendiri bukan anggota pendiri”, celetuknya lagi.
Ditambahkannya, pengakuan saudara Rommy sebagai ketua PAMI diduga hanya untuk memeras pejabat karena dia tidak pernah ada SK.
“Sekali lagi saya melakukan pemecatan bukan karena dia memegang jabatan di PAMI tapi hanya anggota biasa, apalagi Romi mengaku sebagai ketua umum, sebaiknya saudara Romi memeriksakan kesehatan jiwa anda,” tegasnya semab ari melanjutkan SK ketua harian saat ini adalah Maykel Tielung dan Ketua PAMI Sulut, Jeri Masie.
Laporan: Jufan Dissa



























