KPK Siap Tangkap Koruptor Sulut, Termasuk Jaksa dan Polisi Nakal

Manado – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut pihaknya bisa masuk melidik kasus korupsi di daerah Sulawesi Utara. Bahkan secara berani, Samad mengaku siap menangkap aparat, Jaksa dan Polisi di Sulut yang melakukan tindak pidana korupsi.

Menurutnya, keberhasilan KPK akan terlihat jika sudah mampu memperbaiki sistim di kepolisian dan kejaksaan. Karenanya, kata dia, pihaknya akan terus memantau kedua lembaga Yudikatif ini.

“Kita juga memantau kegiatan aparat (Kepolisian dan Kejaksaan, red) di Sulut. Sebab, banyak laporan polisi tidak beres, makanya korupsi sulit diberantas, contohnya jual beli kasus melalui pasal penuntutan,”  kata Samad, Jumat(19/9/14) saat dialog dengan sejumlah wartawan dan LSM pegiat anti koupsi Sulut di lokasi Pameran Pembangunan Kayuwatu Manado.

 

Menurut Samad, KPK tidak segan menangkap oknum polisi dan jaksa di daerah yang melakukan korupsi. “Saya selalu katakan, kalau ada polisi dan jaksa tak baik, kita gantung,” tegasnya.

Saat ditanya penanganan sejumlah dugaan kasus korupsi di Sulut, Samad mengaku terkendala personil penyidik yang dimilikinya terbatas. “Karena itu Polisi dan Kejaksaan kita dorong. Karena KPK tak bisa mengambil alih semua kasus, dengan personel yang sangat terbatas,” ujarnya.

Diungkapkan Samad, jumlah penyidik yang dimiliki KPK jauh dengan yang dimiliki lembaga pemberantasan korupsi serupa di Hongkong, yang mencapai 2.000 hingga 3.000 penyidik. Padahal, jumlah penduduk negeri tersebut tak lebih banyak dibanding penduduk DKI Jakarta.

“Bandingkan, KPK dengan tenaga penyidik yang kurang dari 100 orang harus bekerja di negara yang penduduknya 250 juta orang,” lanjut dia.

Untuk mengatasi persoalan keterbatasan personel tersebut, KPK saat ini tengah merancang arsitektur sumber daya manusia. Dengan arsitektur tersebut akan diketahui mengenai kebutuhan SDM KPK dari waktu ke waktu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abraham Samad, mengunjungi pameran pembangunan Sulawesi Utara (Sulut) di Kaiwatu Manado, Jumat (19/9/14).
Ketua KPK bersama rombongan tiba di lokasi pameran sekitar Pukul 09.30 Wita menggunakan mobil Kijang Inova dengan nomor polisi DB 1702 QL. Gubernur SH Sarundajang menjeput Samad di depan stand KPK yang kemudian meninjau stand khusus di Pameran Pembangunan Sulut.

Selainjutnya, Sarundajang dan Samad pun menuju lokasi Senam Sahabat Pemberani, yang kemudian disambut antusias siswa-siswa SD yang telah menunggu sejak pagi hari.

Gubernjur SHS ketika dikonfirmasi wartawan terkait dirinya yang sempat menunggu lama kedatangan Abraham Samad mengaku ‘rapopo’ (tidak mempermasalahkan). “Tak masalah saya menunggu lama,” singkat SHS menjawab wartawan.

Adapun, Kedatangan Samad di lokasi pameran Kayuwatu disambut antusias siswa-siswa SD yang telah menunggu sejak Pukul 07.00 Wita. Bersama Gubernur SHS, Samad kemudian menyaksikan senam Sahabat Pemberani yang didahului dengan ucapan selamat datang dari seorang siswa SD, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Gubernur SHS. Dalam sambutannya, SHS memberikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan Ketua KPK dan rombongan di daerah Bumi Nyiur Melambai.

Sementara Ketua KPK mengatakan, kunjungannya ke Manado ini, dalam rangka terus mensosialisasikan program anti korupsi yang harus diajarkan sejak usia dini.

“Penting anti korupsi diajarkan sejak usai dini. Ini untuk membentuk pribadi yang baik untuk anak-anak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK mengajak siswa-siswa SD yang hadir di Senam Sahabat Pemberani, untuk tak ingin berbohong dan selalu berkata jujur.

Tinggalkan Balasan