Listrik Padam Saban Hari, Gubernur Mengaku Gemas

Manado – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutenggo tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Secara merata di seluruh pelosok daerah Nyiur Melambai mendapat giliran pemadaman listrik hingga berjam-jam. Hal ini membuat warga berteriak mengeluhkan layanan PLN. Gubernur Sulut, Soni sumarsono bahkan mengaku gemas dengan pemadaman listrik ini.

“Permasalahan ini (listrik sering padam) membuat saya gemas, namun demo dan pemecatan pimpinan PLN bukanlah solusi,” ujar Sumarsono pada acara bincang pagi Gubernur Sulawesi Utara bersama wartawan dan Kanwil BRI Manado, Rabu (13/01) di aula Kanwil BRI Manado.

Menurut Gubernur, seringnya listrik padam karena belum tersambungnya jaringan listrik dari kapal pusat listrik tenaga gas terapung berkapasitas 120 MW, Karadeniz Powership Irem Sultan. “Semula dijanjikan sebelum Natal, kemudian tahun baru, namun hingga saat ini belum tersambung. Kini PLN memastikan tanggal 23 bulan ini (23 Januari 2016) sudah tersambung dan dipastikan hingga 5 tahun ke depan tidak akan ada pemadaman listrik di Sulut,” kata Sumarsono.

Diketahui, dalam konfrensi pers pada pertengahan Desember tahun 2015, GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan meyakinkan bahwa jaringan listrik di daratan sudah siap, sehingga begitu kapal listrik tiba, tinggal mencolok kabel. “Pembangunan jaringan sudah selesai, begitu kapal tiba, tinggal mencolokan,” Nababan menjawab pertanyaan wartawan tentang kepastian beroperasinya kapal pusat listrik tenaga gas terapung berkapasitas 120 MW, Karadeniz Powership Irem Sultan.

Namun pada kenyataannya, PLN masih menyelesaikan pembangunan jaringan untuk menghubungkan dengan pembangkit di kapal hingga beberapa minggu setelah kapal bersandar.

PLN dimintakan segera menyelesaikan masalah listrik karena pemadaman yang terus terjadi belakang ini telah membuat masyarakat Sulut menjadi apatis karena para pelanggan sudah membayar dengan mahal akibat kenaikan tarif dasar listrik namun pelayanan tidak seiring dengan peningkatan pelayanan.

Syeni Momongan, pelaku usaha kecil mengaku sudah pasrah dengan perilaku PLN. Menurutnya, beberapa alat pendingin makanan miliknya rusak akibat seringnya terjadi pemaaman listrik. ”PLN membahayakan hidup orang banyak, ini bisa menyulut kemarahan masyarakat meski dipendam usaha kecil seperti kami, perlahan membunuh UKM jika tak juga ada perbaikan pelayanan” ungkapnya.

Yance Umbas, warga Minahasa, menganggap perilaku PLN ini sudah hal yang biasa bahkan menurutnya sudah 2 alat elektronik miliknya rusak akibat pemadaman listrik. ”Tv saya rusak gara-gara PLN, ya tapi kita cuma rakyat kecil ini gak didengarnya,” keluh Yance.

Tinggalkan Balasan