
Manado– Kota Manado, provinsi Sulawesi utara (Sulut) pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 2,69 persen dan tertinggi di Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizalanwar mengatakn Inflasi di Manado pada Desember 2013 menjadi yang tertinggi di Tanah Air yakni 2,69 persen.
Angka ini di luar prediksi sejumlah kalangan. Sementara inflasi terendah terjadi di Watampone sebesar 0,11 persen. “Jika dilihat dari tahun kalender inflasi tertinggi juga di Manado sebesar 8,12 persen sedangkan terendah di Palopo 5,25 persen,” katanya. Menurutnya, harga cabai rawit pada Desember 2013 mengalami kenaikan, rata-rata pada bulan tersebut Rp 48.000 per kilogram.
Hal ini berbeda jauh dengan November 2013 yang rata-rata hanya Rp 28.000 per kilogram. Bahan makanan ini dominan dikonsumsi oleh masyarakat di Sulut. “Hal inilah yang menyebabkan inflasi pada Desember 2013 cukup tinggi,” tuturnya. Faizal menjelaskan, dari belanja kebutuhan makanan dan minuman setiap bulannya, sebanyak dua persen dibelanjakan masyarakat untuk membeli cabai rawit.
Untuk belanja makanan dan minuman setiap bulannya di Manado satu orang rata- rata sekitar Rp 1.900.000. Berarti belanja cabai rawitnya mencapai Rp 38.000. Padahal masih ada ratusan kebutuhan lainnya yang harus terpenuhi, namun kebutuhan untuk membeli cabai rawit cukup tinggi. Katanya, konsumsi yang cukuptinggi menghadapi natal dan Tahun Baru di Sulut membuat inflasi kota tersebut merangkak naik lebih tinggi dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.(Nancy)


























