Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sepertinya harus berusaha lebih keras lagi untuk menjadi stabilitas keamanan di wilayahnya. Aksi tawuran antar kampung (Tarkam) masih terjadi sampai Sabtu (21/02) dini hari.
Tarkam tersebut terjadi antara sekelompok pemuda dari Lingkungan Satu, Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting yang diduga menyerang Lingkungan Dua, Kelurahan Maasing, Tuminting.
Tawuran antar pemuda ini masih menggunakan panah wayer dan batu yang dilemparkan ke rumah warga.
Akibatnya warga Maasing Viki (18) tahun harus dibawa ke RS Siti Maryam karena terkena busur panah di lengan tangab kiri.
Koramil dan Polsek Tuminting yang turun langsung di TKP mengamankan kedua pria yang diduga sebagai pelaku dalam tarkam tersebut. Mereka adalah JL (31) dan FB (14) siswa SMP. Keduanya beralamat di Kelurahan Tumumpa, Dua Kecamatan Tuminting. Barang bukti berhasil diamankan dua buah pelontar/ketapel dan lima buah anak panah wayer.
Sementara Tawuran lainnya kembali terjadi di Kota Manado, Sabtu (21/2) sekitar pukul 03.00 Wita.
Dua kelompok pemuda saling serang, yakni pemuda Lorong Kampung Sandar Kelurahan Titiwungen Utara dan pemuda Lingkungan V, Kelurahan Titiwungen, Sario.
Tak hanya masyarakat, aparat keamanan juga menjadi target oknum tak bertanggung jawab, bahkan busur panah wayer mengarah kepada polisi dan TNI yang hendak mengamankan situasi.
Kepolisian yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) mengeluarkan tembakan gas air mata tapi tak dihiraukan mereka, tembakan peringatan ke arah langit pun dilakukan aparat keamanan.
Rumah warga yang berada di lokasi kejadian tarkam menjadi imbas lemparan batu, pecahan botol dan panah wayer berserakan di jalan hingga atap genteng warga.
Beberapa pemuda terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terkena tembakan yang diduga berasal dari senjata polisi, lemparan pecahan kaca dan panah wayer.
Korban yang terkena tembakan peluru di paha kanan adalah VN alias Valen (14), dan DE alias Dade (20) yang mengalami luka sobek di punggung telapak kaki kiri akibat terkena lemparan kaca.
Mereka berdua yang terkena luka berdarah dilarikan dan menjalani perawatan di RS AD Wolter Monginsidi, Teling. Keduanya warga Kelurahan Titiwungen Utara, Lingkungan V, Sario.(jenglen manolong)




















