Mitra – Warga Kabupaten Mitra terus dihantui Demam Berdarah (DBD) yang disebabkan nyamuk Aides Aigepty. Terbukti, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra mencatat terdapat 10 kasus DBD, selang lima bulan dari Januaryihingga Mei ditahun 2015.
“Data kasus DBD tersebut, kami dapat berdasarkan laporan setiap Puskesmas,” sebut Kadinkes Mitra Dr Rinny Tamuntuan, melalui kepala bidang penangan penyakit menular Dr Helmy Ratuliu.
Menurut penjelasan Ratuliu, masih banyak warga Mitra yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan. Sehingga sangat mudah nyamuk penyebab DBD bersarang. “Nyamuk yang bersarang disebut jentik nyamuk karena masih kecil. Namun, lama kelamaan akan menjadi nyamuk dewasa yang mematikan,” sebutnya.
Dengan melakukan foging, lanjutnya, hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Namun tidak dengan jentik nyamuk.
“Cara mudah untuk mengatasi DBD, yakni ciptakan lingkungan yang sehat. Dengan cara mengubur, menguras dan menutup plus memakai kelambu. Demikian beberapa cara untuk menangkal DBD,” pesannya.
Tak hanya lingkungan yang tidak sehat penyebab DBD, pihaknya juga mendapati ada warga Mitra yang terjangkit penyakit DBD dari luar daerah Mitra.
“Kasus yang kami dapati seperti itu. Berpergian ditempat yang tidak menjamin kesehatan, sangat berpotensi terserang penyakit DBD,” ungkapnya.
Upaya yang dilakukan pihaknya dalam menekan kasus DBD, melakukan sosialisasi dimasyarakat, dibantu oleh petugas puskesmas.
“Fooging upaya terakhir kami melakukan pencegahan DBD dimasyarakat. Namun, pada intinya kesadaran masyarakat akan kebersihan yang diutamakan,” tukasnya, sembari menambahkan rata-rata korban terserang DBD yakni anak-anak.(Alfian Jay)


























