
Tomohon – Masyarakat Kota Tomohon diminta agar lebih waspada pada perubahan cuaca sekarang ini. Sebab, berdasarkan data Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tomohon, kota itu memiliki sedikitnya 21 lokasi rawan bencana longsor dan banjir.
Kepala BPBD Kota Tomohon, Eddy Turang mengatakan, penyebaran bencana longsor dan banjir hampir merata di 5 kecamatan yang ada di Kota Tomohon. Namun yang paling banyak lokasi rawan bencana berada di daerah Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamtan Tomohon Selatan.
“Untuk daerah rawan longsor berada di Kecamatan Tomohon Utara dan Selatan. Sementara rawan banjir berada di Kecamatan Tomohon Tengah,” ungkap Turang.
Dirincikan Turang, untuk daerah rawan bencana longsor terdapat pada 13 kelurahan di Tomohon yakni Kelurahan Kumelembuai, Rurukan, Rurukan Satu, Kinilow, Kinilow Satu, Tinoor Satu, Tinoor Dua, Kayawu, Walian Satu, Taratara Tiga, Lahendong, Pangolombian dan Tondangow.
Sementara lokasi rawan banjir berada di 8 kelurahan yakni Kelurahan Matani Dua, Matani Tiga, Kolongan, Walian, Walian Satu, Walian Dua, Kakaskasen dan Kakaskasen Tiga.
“Untuk itu kami harapkan kepada warga agar tetap waspada. Untuk lokasi pengungsian sudah ditetapkan di tempat pertemuan umum dan balai kelurahan,” tambah Turang.
Sementara itu, Johny Lumi warga Tomohon Selatan meminta Pemkot lebih pro-aktif mensosialisasikan ke masyarakat di mana saja daerah yang rawan bencana tersebut.
“Saat ini bencana alam rawan terjadi. Apalagi musim penghujan sudah tak bisa diprediksi kapan datangnya. Pemkot Tomohon harus terus memberikan informasi agar masyarakat lebih waspda,” ujar Lumi sembari mengatakan semakin lama, titik rawan banjir dan longsor di Kota Tomohon semakin meluas.(Maria Wolajan)




















