Organisasi Perempuan di Minahasa Dapat Advokasi, Ini Kata Sekda Watania

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), menggelar Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Peningkatan Partisipasi Perempuan Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi Bagi Organisasi Wanita di Minahasa.

Kegiatan yang diawali dengan laporan oleh Plt Kepala Dinas PPPA Minahasa Agustivo Tumundo SE MSI ini, dibuka Penjabat Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, diwakili Sekretaris Daerah Minahasa, Dr Lynda D Watania MM MSi, yang dilaksanakan di Yama Hotel dan Resort Tondano, Jumat (02/08) pagi.

Dalam sambutannya, Sekda Lynda Watania memberikan apresiasi bagi Dinas PPPA Minahasa yang telah menggelar kegiatan yang melibatkan pimpinan organisasi kemasyarakatan wanita di Kabupaten Minahasa.

Kata Sekda, momentum ini sangat penting dan strategis dalam rangka mendorong partisipasi perempuan yang lebih luas di berbagai sektor kehidupan.

Menurutnya, partisipasi perempuan bukan hanya hak, melainkan juga sebuah keharusan untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, Pemkab Minahasa berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Keberadaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan memberikan warna dan perspektif yang berbeda, untuk memperkaya keputusan dan kebijakan yang diambil. Kami percaya bahwa, kemajuan yang sejati hanya dapat dicapai dengan partisipasi aktif dan setara dari seluruh anggota masyarakat, termasuk perempuan. Oleh karena itu, kami akan terus mengembangkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan,” ujar Watania, yang juga dalam kegiatan ini sebagai nara sumber.

Selanjutnya, Sekda dalam materi yang disampaikan, yang mengangkat tema, “Membangun dan mengembangkan Potensi Diri Perempuan Dengan Prestasi Positif” menyampaikan bahwa, sesuai data di Pemkab Minahasa, pemberdayaan tenaga perempuan di Eksekutif saat ini lebih dari 50 persen, sementara di Legislatif dan organisasi lain, pemberdayaan wanita mencapai angka 37 persen.

“Ini mengindikasikan bahwa, perempuan Minahasa tidak kalah bersaing dengan laki-laki. Oleh sebab itu, kompetensi sangatlah penting dalam hal ini. Untuk menjadi hal dimaksud tadi, tentu memiliki proses. Harus punya keinginan yang kuat, untuk mengembangkan diri dengan segala kompetensi,” tukasnya.

Dia lalu mejelaskan, ada tiga hal penting dalam mengembangkan potensi diri yakni, mengenal, menggali dan menampilkan potensi diri.

“Mengenal potensi diri untuk berprestasi sesuai dengan kemampuan. Menggali potensi diri untuk berprestasi, dan Menampilkan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi menjadi wanita yang mandiri tanpa meninggalkan kodrat,” pungkasnya.

Juga tampil sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, Ketua TP-PKK Minahasa Ny Djeneke Kumendong-Onibala SH MSA, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Drs Riviva Maringka MSi. Kemudian ada Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis Unsrat Manado Dr Bode Lumanauw SE MSi, yang membawakan materi mengenai “Peluang dan Tantangan Wirausaha Perempuan di Era Digital”.

Bode mengajak perempuan di Minahasa untuk mengembangkan kreativitas yang bernilai ekonomis yang bisa dipasarkan, seperti kuliner dan lainnya, kemudian dipasarkan melalui media digital.

Turut hadir, Sekdis PPPA Josefien Kaurow, SP, para Kepala Bidang Irene Rumagit SE MSi, Dra Fivi Lensun, Dayne Lantang SE MAP, dan Fera Yanti Sendoh SIP, serta para pemimpin organisasi wanita di Minahasa sebagai peserta.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan