Minahasa – Danau Tondano merupakan sumber air bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara, seperti diantaranya untuk keperluan air bersih dan tenaga pembangkit listrik. Sehingga, kelestarian Danau kebanggaan warga kawanua ini patut dijaga dan dilestarikan.
Hal ini ditegaskan Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi, kala dirinya menyampaikan sambutan dalam kegiatan “Pemeliharaan dan Pembersihan Danau Tondano”, yang dibuka oleh Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen Waraney W F Mamahit, bertempat di pinggir Danau Tondano, Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan, Senin (30/08) pagi.
“Pelestarian Danau Tondano diharap terwujud, demi kepentingan banyak orang, secara khusus warga Minahasa dan secara umum warga Sulawesi Utara,” kata Bupati ROR.
Bupati ROR lalu mengapresiasi Kementerian PUPR dan Kodam XIII/Merdeka yang ditopang penuh oleh Pemerintah Provinsi melalui Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, yang sudah memprogramkan kegiatan tersebut.
“Karena di Danau Tondano ini adalah program Kementerian PUPR, ada dari Pemprov dan dari Pemkab Minahasa. Jadi, kita bersinergi untuk melestarikan Danau Tondano ini, karena tanpa sinergi kita tidak akan mampu,” ujarnya.
“Saya minta para Camat yang wilayahnya di pinggiran Danau Tondano agar memotivasi rakyat untuk ikut melestarikan, sebab Danau Tondano menjadi sumber hidup warga sekitar, agar apa yang akan kita wariskan ke anak-anak cucu bisa terwujud. Terima kasih karena boleh ada keterlibatan semua pihak,” pungkasnya.
Sementara, Pangdam Mayjen Waraney mengatakan, pemeliharaan danau Tondano wajib menjadi tanggung jawab bersama, mengingat alam ini merupakan warisan, bukan saja bagi masyarakat sekarang namun buat anak cucu mendatang.
“Kita sadari bersama bahwa bumi yang kita pijak sekarang ini, sudah semakin kewalahan untuk menyediakan lingkungan yang ideal bagi kehidupan umat manusia. kerusakan lingkungan semakin bertambah rumit yang disebabkan oleh berkembangnya flora dan fauna yang mengganggu ekosistem, oleh karena itu marilah kita bersama sama untuk menjaga alam dan lingkungan agar kehidupan dapat berlangsung dengan baik. Bagaimanapun juga, anak cucu kita jualah yang akan menuai hasilnya apakah kita akan mewariskan bumi yang rusak dan sekarat atau bumi yang sehat dan hijau,” kata Pangdam.
Lebih lanjut jelas Pangdam terkait Revitalisasi Danau Tondano untuk memelihara sumber daya air dan pelestarian fungsi serta manfaat Danau Tondano diperlukan pengangkatan enceng gondok.
” Pengangkatan eceng gondok dengan luas kurang lebih 320 hektar tentunya tidak mudah, karena memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. perlu sinergi yang harmonis di antara semua stakeholder terkait, termasuk di dalamnya adalah mengajak seluruh masyarakat yang mendiami area di sekitar danau untuk turut serta dalam kegiatan Revitalisasi danau,” jelasnya.
Pangdam pun mengajak masyarakat untuk senantiasa bersama bergotong royong membangun daerah,” Mari kita gelorakan semangat kebersamaan, gotong-royong, dan rasa kekeluargaan untuk membangun daerah dan mewujudkan kemanunggalan TNI- Rakyat. Bagaimanapun juga, partisipasi aktif dari masyarakat sangatlah krusial dalam keberhasilan program ini, melalui kegiatan pemeliharaan Dana Tondano, mari kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan sumber air yang bersih dan meningkatkan kualitas air,” pintanya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Kasdam XIII/Merdeka, Brigjen Wirana Prasetya Budi SE, Irdam XIII/Merdeka Brigjen Junior Tumilaar SIP MM dan para pejabat Kodam XIII/Merdeka, Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Jackelin Tahar SH, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dandim 1302, Letkol Andi Sinaga, Kapolres Minahasa AKBP Tommy Souissa SIK, Asisten II Sekkab Minahasa Ir Wenny Talumewo MSi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Vicky Kaloh, Kepala Dinas PUPR Teddy Lumintang ST, Kabag Prokopim Johnny Tendean AP MAP dan tujuh camat di seputaran Danau Tondano.(fernando lumanauw)




















