Minahasa – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano, dikeluhkan masyarakat. Keluhan ini dikarenakan adanya pembatasan jumlah pasien yang akan mendapat pelayanan kesehatan, per harinya.
“Apakah RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk pemeriksaan ke Poli Penyakit Dalam cuma dibatasi 80 pasien per hari? Soalnya sudah dua hari ke RS, sudah dari pagi jam 06.00 antri tapi kata petugas karcis nomor cuma sampe nomor 80. Bagaimana rujukan dari dokter faskes? Apakah kekurangan dokter atay bagaimana?,” keluh salah satu pasian Donny Ringkuangan.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Maya Rambitan MKes, ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id mengatakan, pihaknya memang harus terus berbenah demi memberikan pelayanan maksimal kepada pasien.
Apalagi menurutnya, dengan adanya program Universal Health Coverage yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, dibawah pimpinan Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi, terjadi peningkatan pasien di RS, terutama pasien di Poli Penyakit Dalam.
Namun demikian, dia berjanji akan memperbaiki hal tersebut dan tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Karena menurutnya, pihaknya saat ini memang terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Minahasa.
“Kita memang musti berbenah. Tapi perlu di ketahui untuk persoalan keluhan itu, salah satu faktornya adalah karena keterbatasan tenaga dokter spesialis di Sulawesi Utara, khususnya di Minahasa. Sebab sebagai contoh, ada satu dokter spesialis melayani dilebih dari satu RS. Tapi, kami akan segera ditindaklanjuti keluhan masyarakat ini dan dicarikan solusi bersama, mengatasi tanpa menyalahi prosedur yang ada,” terang Rambitan.
Dia kemudian menghimbau seluruh masyarakat agar terus ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melaksanakan Gerakan Masyarakat hidup Sehat (GERMAS).
“Mari kita melakukan aktifitas fisik, yaitu berupa olahraga secara rutin, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, memeriksa kesehatan secara rutin di Puskesmas atau Klinik-klinik terdekat, peduli terhadap lingkungan, artinya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, tidak merokok, menggunakan jamban yang sehat dan tidak mengkonsumsi alkohol,” himbaunya.
“Bersama kita menunjang program Pemerintah, khususnya dalam rangka menurunkan angka kesakitan di Minahasa, untuk menuju Minahasa semakin sehat dan semakin hebat,” pungkasnya.(fernando lumanauw)


























