Pemkab Alokasikan Rp 40 Miliar Rampungkan Bangunan dan Infrastrukur Penunjang RSUD Tondano

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 Miliar, untuk merampungkan pembangunan gedung baru serta infrastruktur penunjang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano, yang terletak di Kelurahan Toulour Kecamatan Tondano Selatan.

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk tahun 2024, awalnya Pemkab Minahasa mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 Miliar, untuk menyelesaikan bangunan fisik seperti kamar jenazah, ketersediaan listrik, ketersediaan air bersih, ruangan dapur, serta fasilitas lain sebagai penunjang kebutuhan pelayanan.

Kemudian, hasil rapat terbatas yang dipimpin Sekretaris Daerah Minahasa Dr Lynda D Watania MM MSi dengan dinas terkait soal persiapan pembangunan infrastruktur penunjang RSUD, yang dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Ir Wenny Talumewo MSi dan Asisten III Bidang Administrasi Umum Dr Christian Vicky Tanor SPi MSi.

Kemudian ada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Riviva Maringka MSi, Kepala Dinas PUPR Daudson Rombon ST, Kepala Dinas Kesehatan dr Olviane I Rattu MKes, Kepala BPKAD Joice Pua, Kepala Dinas Perhubungan David Mangundap SE, Kepala Dinas Perkim Nofry Lontaan ST, Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano Dr Nancy Mongdong MHSM SpPD, Kabag Hukum Carlo Wagey, serta Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Meldy Lumintang ST.

Dalam rapat terbatas ini, Pemkab Minahasa sepakat menambah alokasi anggaran sebesar Rp 17 Miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, penerangan jalan, marka jalan, pagar rumah sakit, dan area parkir.

Penjabat Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong MSi saat diwawancarai Cybersulutnews.co.id, ketika turun lapangan di bangunan baru RSUD Sam Ratulangi Tondano dan lokasi pembebasan lahan untuk akses jalan masuk ke area RS mengatakan, pihaknya berupaya agar tahun ini bangunan RS serta fasilitas pendukungnya bisa segera rampung.

“Saat ini kita sudah mulai mengoperasionalkan RS ini. Kenapa kita sudah paksakan dioperasikan, agar sudah bisa kelihatan RS yang beroperasi, dan akan terlihat mana saja yang masih perlu dibenahi. Dengan demikian, asas pemanfaatannya sudah akan kelihatan,” ujar Bupati, yang kala itu didampingi Sekda Dr Lynda D Watania, Kepala Dinas Kesehatan
dr Olviane Rattu MKes dan Direktur RSUD, Dr dr Nancy Mongdong MHSM SpPD.

“Secara bertahap pelayanan RSUD Dam Ratulangi Tondano ini akan mulai dipindahkan. Kedepan, kita akan upayakan penambahan kelengkapan alat kesehatannya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr Olviane Rattu menambahkan, selain telah menyiapkan dana sebesar 23 Miliar untuk melengkapi fasilitas seperti kamar mayat, penyediaan listrik, air bersih dan dapur, Pemkab Minahasa juga telah menambah anggaran Rp 17 Miliar.

“Lalu ada tambahan dana sebesar 17 Miliar dari APBD lagi, untuk pembuatan jalan, marka jalan, lampu jalan dan pagar serta areal parkir. Tapi ini belum termasuk belanja alat kesehatan,” terang Rattu.

Disinggung soal sarana dan prasarana alat kesehatan, Rattu mengungkap bahwa itu masih membutuhkan dana kurang lebih Rp 200 Miliar.

“Bila kita akan menggunakan alat-alat kesehatan yang canggih seperti CT Scan, MRI, dan peralatan canggih lainnya. Tentu akan membutuhkan anggaran yang cukup besar,” beber Rattu.

Dijelaskan pula, kedepan, Gedung Baru RSUD Tondano akan menyiapkan 200 fasilitas tempat tidur, mulai dari klas biasa sampai VIP.

“Nanti juga ada penambahan tenaga kesehatan. Karena percuma fasilitas mumpuni tapi tenaga kesehatan kurang,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan