Mitra-Warga Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) meminta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra untuk mengawal pembagian beras miskin (Raskin). Ini dimaksudkan agar pembagian raskin tepat sasaran.
“Pemerintah harus membagikan sesuai dengan data yang sudah dimasukkan dari kecamatan,” seru Acell Moo warga Ratahan.
Menurutnya, pembagian raskin tersebut sering bermasalah dalam masyarakat. Tak lain pemicunya pembagian yang tidak adil. Bahkan lebih parah lagi, raskin dibagikan tidak tepat sasaran, dalam arti warga miskin tidak menerima bantuan tersebut, malahan sebaliknya raskin diberikan bagi masyarakat mampu.
“Sering didapati seperti itu, bukan tergolong warga miskin namun mendapat bantuan raskin. Dan inilah letak persoalannya,” ujarnya.
Senada diutarakan Didi Ruus warga Tombatu mengaku, pembagian raskin dikampungnya tersebut sempat bermasalah, lantaran warga miskin yang terdaftar tidak mendapat beras tersebut.
“Anehnya, yang tidak terdaftar dan masuk ketegori masyarakat mampu malah mendapatkan bantuan raskin. Selain persoalan itu, ternyata raskin ada yabg sudah tidak layak dikonsumsi atau rusak,” ujarnya.
Pemkab Mitra melalui Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Budi Raranta berjanji, akan mengawal pembagian raskin tersebut dengan .
“Pastinya kami akan kawal pembagian raskin itu, bersama dengan pemerintah setempat,” ketusnya, sembari mengaku siap membagikan raskin bagi 9.039 Rumah Tangga Sasaran (RTS) didaerah ini.
“SK dari Bupati sudah ada, kemungkinan di minggu berjalan ini kami akan rapat tefkait raskin ini, dan kami juga akan memanggik pihak Bulog,” pungkasnya. (Alfian Jay)


























