Pemkab Minahasa Sosialisasi Pengembangan SDM Kesenian Tradisional

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), melakukan sosialisasi tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesenian Tradisional di Minahasa, Rabu (17/09) pagi, bertempat di Aula Benteng Moraya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi pelaksanaannya oleh Sekretaris Daerah Minahasa, Dr Lynda D Watania MM MSi, sekaligus menyampaikan materi, serta dihadiri para Camat se-Kabupaten Minahasa, serta Aparatus Sipil Negara yang mengelola data di masing-masing kecamatan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Minahasa, Fenty Telma Lapian SE, dalam laporannya melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Olivia Singkoh mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam memahami konteks seni budaya, dan meningkatkan apresiasi terhadap nilai dan tradisi budaya daerah Minahasa.

Mengingat, Kabupaten Minahasa memiliki karakteristik kultural serta kekayaan budaya yang baik dan merupakan dasar untuk kemajuan berbagai seni budaya daerah. Dimana, seni dan budaya ini perlu dijaga dan dilestarikan, yang kesemuanya memerlukan SDM yang mumpuni.

“Itulah sebabnya sosialisasi ini dilaksanakan. Sasaran dari pelaksanaan sosialisasi ini adalah, ASN yang mengelola pendataan seni budaya yang ada di kecamatan se-Kabupaten Minahasa. Melatih mereka agar mampu mendata dan melakukan pelestarian budaya di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dia lalu mengakhiri laporannya dengan sebuah pantun, “Pergi liburan ke Benteng Moraya bersama kekasih, aduhai indahnya. Minahasa banyak ragam atas budaya, tugas kita untuk melestarikannya”.

Sementara, Sekda Lynda Watania, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Disbudpar Minahasa yang sudah menggelar kegiatan yang sangat penting dan strategis.

“Berbicara budaya, ini kultur masyarakat yang mesti dilestarikan, apalagi di era digitalisasi saat ini yang mulai mengikis secara perlahan kebudayaan yang menjadi ciri khas daerah kita. Untuk itu, perlu pengembangan SDM dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah kita,” kata Sekda.

Lanjut kata Sekda, budaya merupakan salah satu sektor yang sangat dibutuhkan daerah, karena budaya memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata, dimana pariwisata menjadi leading sektor prioritas yang mampu menggerakkan sektor-sektor yang lain, untuk perkembangan perekonomian yang memajukan masyarakat.

“Pariwisata dalam hubungannya dengan kebudayaan, adalah bagaimana kita menarik wisatawan untuk pariwisata kita melalui ragam kebudayaan lokal. Makanya itu harus dikemas dengan baik, dilestarikan agar menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata,” imbuhnya.

Sekda kemudian mendorong para Camat agar berkoordinasi dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah masing-masing, untuk mensosialisasikan dan mengajak agar membentuk kelompok-kelompok atau komunitas-komunitas kesenian yang mengangkat budaya Minahasa seperti diantaranya, tari Maengket, musik Kolintang, Kabasaran dan lain-lian.

“Peran para Camat tentu sangat vital dalam mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga budaya yang menjadi ciri khas di wilayah masing-masing. Karena ini berbicara soal SDM, maka semua pihak harus terlibat dalam pengembangan kebudayaan di daerah, meliputi tarian, kesenian, kuliner dan sebagainya,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan