Tomohon – Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari minyak tanah ke gas elpiji 3 kg di Kota Tomohon sudah bisa dibilang berhasil. Malah masyarakat sudah ketergantungan pada gas Melon ini.
“Memang masih ada permintaan penambahan gas dari warga yang belum mendapat jatah atau sudah mau menggunakan gas elpiji 3 kg ini sehingga kami sudah menyurat ke pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penambahan,” kata Kabag Perekonomian Setda Kota Tomohon, Jeef Anes belum lama ini kepada Cybersulutnews.co.id.
Namun seperti daerah-daerah lainnya, Kota Tomohon masih harus menunggu penambahan kuota dari pemerintah pusat.
“Tomohon masih menunggu dana APBN untuk pendanaan konversi gas, karena masih ada daerah yang belum melakukan program ini. Seperti Kabupaten Sangihe,” terang Anes.
Penambahan yang diusulkan yakni 5000 tabung gas elpiji.
“Sekarang masyarakat yang mendesak pemerintah untuk menyediakan gas. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kewenangan menyediakan kebutuhan itu ada di pemerintah pusat,” tukasnya.
Diketahui dari data Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara, penyerapan paket perdana elpiji tiga kilogram 2011 di Kota Tomohon sebanyak 22.277 tabung. (maria)


























