Penerapan One Way Tunggu Perwako, Ditlantas Polda Sulut dan Stakeholder Segera Action

Dir Lantas Polda Sulut, Kombes Pol Subandiya
Kombes Pol Subandiya

Manado – Jalur satu arah atau dikenal dengan One Way yang akan diberlakukan dibeberapa ruas jalan Kota Manado, Rabu (20/01/2016), terus dirampungkan pelaksanaannya oleh Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulut, Pemkot Manado serta seluruh stakeholder terkait.

Dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar, pihak Ditlantas telah memberikan sejumlah konsep One Way segera ditindaklanjuti pihak legislatif maupun eksekutif. Bahkan pembahasan program ini, ditargetkan Sabtu (23/01/2016) pekan ini, dilakukan rekayasa lalu lintas pemberlakuan One Way.

Dirlantas Polda Sulut, Kombes Pol Subandriya SH MH menyatakan, pihaknya bersama Pemkot Manado, para pimpinan Basis Angkot, pemerhati lalu lintas dan pihak berkompeten lainnya, terus mematangkan rencana perubahan jalur satu arah untuk diterapkan di jalur yang kerap terjadi kemacetan. Menurutnya, rumusan jalur ini telah berulang kali dibahas dan tinggal menunggu penerbitan Peraturan Walikota (Perwako) Manado pekan ini.

“Saya sudah berikan masukan kepada anggota dewan di Komisi C, dan dibuatkan rekomendasi. Dari rekom ini, kita masih menunggu Perwako. Target dari program ini 23 Januari Perwakonya sudah ditandatangani pak Walikota dan segera action di lapangan. Semua masukan dari berbagai pihak sudah kita rumuskan bersama, dan optimis terlaksana,” ujar Subandriya, dalam keterangan persnya di ruang rapat Ditlantas, Rabu (20/01/2016), sore.

Lebih lanjut Subandriya menjelaskan, perubahan jalur dengan penerapan One Way ini berawal dari kemacetan yang semakin melebar Kota Manado. Dikatakannya, konsep ini pernah dilakukan tahun 2011, namun tidak terlaksana dengan baik. Pasalnya, tahap perencanaan dan sosialisasi sangat minim.

Dengan keterpanggilannya untuk berkontribusi bagi arus lalu lintas yang membaik di Manado, Subandriya pun mengajak semua komponen termasuk di dalamnya para Basis Angkot untuk memberikan pemahaman dan solusi.

“Saya ajak semua supaya merumuskan kebaikan arus jalan di Manado. memang sudah pernah dilakukan program ini, tapi contohnya jalur boulevard itu tidak berhasil. Disini keseriusan yang kita lihat. Apapun yang kita buat untuk masyarakat umum, bukan berarti hanya sesaat saja. Tapi untuk perkembangan di tahun-tahun berikutnya. Makanya semua elemen kita libatkan, petakan jalurnya dan saling berkoordinasi,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihak terkait lain seperti Satuan Pol-PP, aparat pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, diharapkan mendukung jalannya pemberlakuan jalur One Way.

“Berikan pemahaman kepada masyarakat juga. Karena nantinya ada lorong-lorong yang akan digunakan kendaraan melintas ke jalur lain. Jangan lorongnya terhalang dengan aktifitas warga yang mengganggu arus lalu lintas. Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat berikan pemahaman kepada warganya. Kemudian Polsek setempat lakukan pengawasan,” harapnya.

Diketahui, ada sejumlah jalur yang akan dicoba untuk dilintasi dengan satu arah. Ruas jalan Pierre Tendean Boulevard satu arah dari Bahu menuju kawasan pusat kota atau Zero Point. Selanjutnya satu arah Jalan Samrat diarahkan dari pusat kota menuju patung Samrat.

Kemudian, arus lintas di kawasan SPBU Sario sebelumnya ada dua jalur masuk berasal dari Jalan Ahmad Yani dan Jalan Bethesda Ranotana, kini telah dirubah satu jalur masuk saja yaitu dari Ahmad Yani. Dengan begitu tidak terjadi penumpukan kendaraan di simpang tiga yang dihiasi taman tersebut.

Juga parkir liar di kawasan depan Mantos sudah steril. Tidak terlihat lagi adanya parkir motor ilegal di bagian trotoar jalan. “Ini untuk dukung program pemerintah Mari Jo Ka Manado. Parawisata sudah bagus, kalau macet kan tak baik. Untuk itu secara bertahap kita benahi bersama,” pungkasnya. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan