Polres Minahasa Tepis Adanya Isu Uang Pelicin Saat Penerimaan Calon Siswa Polisi

Minahasa – Penerimaan calon siswa Polisi yang dibuka secara serentak oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) melalui setiap Polres di Sulut, yang akan berakhir 30 April ini, menjadi peluang setiap putra putri terbaik yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polisi.

Namun sayang, seiring berjalannya pendaftaran baik Tamtama, Bintara, Bintara Khusus dan Akpol tersebut, muncul juga adanya isu uang pelicin untuk memuluskan calon siswa diterima dalam penerimaan anggota Polisi ini.

“Ah, ini sudah jadi rumor bila setiap penerimaan anggota Polisi, dimana ada dugaan bila calon siswa harus mengeluarkan hingga ratusan juta rupiah sebagai uang pelicin untuk supaya bisa lolos,” tukas sumber yang tak mau namanya dipublis.

Menanggapi hal ini, Kapolres Minahasa AKBP Ronald R Rumondor SIK MSi melalui Kasat Reskrim IPTU Edy Kusniadi, kepada Cybersulutnews.co.id mengatakan, pihaknya siap menindak tegas bila ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mengatasnamakan, baik Polda Sulut maupun Polres Minahasa, yang kemudian meminta sejumlah uang untuk memuluskan proses penerimaan calon anggota Polisi ini.

“Tidak benar bila dikatakan ada permintaan sejumlah uang pelicin untuk memuluskan seorang calon siswa Polisi agar bisa diterima. Bila ada oknum yang meminta uang dan mengiming-iming akan diterima jadi Polisi, silakan lapor ke kami maka akan kami tindak dan proses yang bersangkutan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tandas Kusniadi.

Menurutnya, setiap warga negara yang memenuhi syarat yang ditentukan, memiliki peluang untuk diterima, baik dari kalangan orang kaya maupun orang miskin.

“Yang penting sehat dan memenuhi syarat kemudian lulus tes maka bisa diterima. Jadi penerimaan ini tidak didasarkan karena uang,” tukasnya sembari mengajak putra putri terbaik Minahasa untuk mendaftarkan diri sebagai calon siswa Polisi.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan