by

ROR-RD Imbau Warga Minahasa Waspada Cuaca Ekstrim, Ini Wilayah Berpotensi

Minahasa – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Minahasa beberapa hari belakangan ini, seperti hujan lebat dan angin kencang, sempat menyebabkan sejumlah tanah longsor dan pohon tumbang.

Bahkan beberapa bangunan dan jaringan listrik sempat hancur karena tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang, seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Tondano, saat belajar mengajar sedang berlangsung.

Mengantisipasi cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan bencana alam ini, Bupati Minahasa Dr Ir Royke Oktavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi MM MAP, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Minahasa, Maya Marina Kainde SH MAP, menghimbau masyarakat agar waspada.

“Kami imbau warga Minahasa dimana saja, agar waspada dengan cuaca ekstrim belakangan ini. Warga yang tinggal di dataran tinggi, lereng gunung, bantaran sungai dan dataran renda agar, selalu berhati-hati dan mengungsi sementara bila kondisi tidak memungkinkan atau berbahaya. Jauhi pepohonan yang berpotensi patah atau roboh,” imbau Kainde.

Bagi warga yang sedang melakukan aktifitas perjalanan dengan menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki, Kainde minta agar selalu berhati-hati.

“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Semisal ketika dalam perjalanan dengan membawa kendaraan, tiba-tiba ada pohon tumbang atau pun terjadi tanah longsor yang menghalangi perjalanan kita. Intinya kita selalu waspada terhadap cuaca ekstrem sekarang ini,” pungkasnya

Sementara, Kepala Badan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan ST meminta agar Pemerintah Kelurahan maupun Desa agar secepatnya mengambil langka antisipasi dan atau tindakan bila terjadi bencana.

Dia meminta agar secepatnya mendata semua kerusakan yang terjadi, termasuk korban dan kebutuhan darurat, kemudian melaporkan ke BPBD Minahasa.

“Jika terjadi bencana alam, segera laporkan ke pemerintah setempat atau langsung laporkan kepada BPBD, supaya secepatnya bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Adapun beberapa lokasi yang rawan bencana di Kabupaten Minahasa, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung, kata Lontaan, yakni berada di wilayah Atep, Temboan, Noongan khususnya gunung potong, Kawangkoan Utara, Tombariri jalan trans, Pineleng desa Kali dan Warembungan, jalan antara Tombulu-Suluan, dimana daerah ini rawan longsor, dan banjir di wilayah Tombariri, Mandolang, Tondano Kiniar, Kakas barat, Sonder, Tataaran, dan Rinegetan.

“Selain banjir dan tanah longsor, potensi terjadinya bencana akibat angin puting beliung juga biasanya terjadi di dataran rendah seperti Papakelan, Touliang Oki, Remboken, atau seputaran danau Tondano dan pantai selatan. Bahkan, gelombang pasang juga bisa terjadi di Kecamatan Tombariri dan Rumbia Kecamatan Langowan Selatan. Untuk itu, warga harus tetap waspada,” tukasnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed