
Jakarta – Duka mendalam dialami Keluarga Pdt Jimmy Tampi Ketua Ikatan Keluarga Kawanua Minahasa Selatan (IK2 Minsel) yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3 Pusat). Pasalnya kakak tercinta Evelina F Tampi meninggal dunia akibat Bus Giri Indah bernomor polisi B 7297 BI yang ditumpanginya masuk jurang di Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, usai melaksanakan Doa dan Puasa Ester di Kepenrey, Cipanas.
Pdt Jimmy Tampi yang dimintai tanggapannya perihal kejadian yang menimpa saudarinya itu enggan berkomentar panjang akibat duka yang mendalam. “Maaf dulu ya, saat ini saya belum mau memberi tanggapan,” ujar Tampi di Graha Kenos Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (23/08/2013).
Keluarga besar pengurus K3 Pusat datang dalam ibadah tutup peti yang dilaksanakan pukul 11.30 WIB, Jumat (23/08).
Dari pengalaman yang pernah diikuti wartawan media ini saat mengikuti puasa Ester oleh Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emanuel Ministry (GBI REM) Jl. Pelepah Kuning III Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa bulan lalu, bahwa acara ini rutin dilakukan setiap bulan pada minggu ke tiga selama tiga hari.
Kegiatan dimulai berangkat pada hari Minggu malam pukul 7.00 WIB. Tiba disana berdoa malam dan esok pagi pukul 4.00 kembali berdoa hingga pukul 8 pagi. Sesudah itu mandi atau berolah raga dan kembali pukul 9 berdoa hingga jam 12 atau 1 siang. Istirahat beberapa saat dan kembali doa jam 3 sore hingga pukul 6 sore lalu mandi dan kembali beribadah disertai doa syafaat. Demikian kegiatan itu dilakukan selama tiga hari dua malam. Selama menjalankan Ibadah Doa dan Puasa Ester, para peserta ada yang tidak makan dan minum selama tiga hari namun ada juga yang buka tutup, dimana siangnya puasa, malamnya buka dengan makan dan minum.
Kegiatan ini sudah berlangsung selama 20 tahun sejak gereja ini berdiri tahun 1991 dan tidak hanya diikuti oleh jemaat GBI REM saja tetapi jemaat gereja-gereja lain yang mau ikut puasa dipersilahkan tanpa dipungut biaya alias gratis.
Naas menimpa bus Giri Indah hingga masuk jurang diduga akibat rem blong hingga memakan korban 20 jiwa dari 60 penumpang yang ikut dalam rombongan Doa dan Puasa di Cisarua.
Dari informasi di dapat para keluarga korban yang ada di Rumah Duka Jelambar dan Gatot Subroto mengatakan, Bus itu meninggalkan tempat acara sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam perjalan pulang tiba di lokasi kejadian Desa Tugu Utara RT 01/01 Kecamatan Cirasrua, Kabupaten Bogor bus melaju kencang kearah kanan jalan hingga menabrak sepeda motor kemudian kendaraan Suzuki Carry pick up Nopol F 8237 FK yang sedang berhenti di pinggir jalan dan juga sebuah warung sebelum terjun ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter.
“Bus tersebut masuk ke dalam jurang dalam posisi terbalik dengan ban di atas. Mayoritas korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr M Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Bogor,” ujar salah satu anak ibu Hanna yang meninggal dalam bus tersebut.




















