Salam Natal dari Golden Triangle Sulut : Kasih Menembus Perbedaan

 

Gubernur SH Sarundajang menyampaikan pesan saat beribadah di Jemaat GMIM Ebenhaezer Bumi Beringin
Gubernur SH Sarundajang menyampaikan pesan saat beribadah di Jemaat GMIM Ebenhaezer Bumi Beringin

SELAMAT Hari Natal 25 Desember 2013 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014, menjadi sepenggal kalimat yang disampaikan Golden Triangle Sulut, sapaan untuk Gubernur DR. Sinyo Harry Sarundajang, Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil MPd, dan Sekdaprov Ir. Siswa Rahmat Mokodongan.

Wagub Djouhari Kansil memimpin Ibadah Natal di GMIM Pniel Tuna
Wagub Djouhari Kansil memimpin Ibadah Natal di GMIM Pniel Tuna

Menurut ketiganya, sukacita Natal sebagai simbol lahirnya sang juru selamat dunia, telah membawa angin segar kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk umat Kristiani di Sulut, baik dari Miangas sampai Pinogaluman.

Gubernur SH Sarundajang di dampingi istri, anak-anak serta cucu membawakan pujian saat ibadah Natal di GMIM Ebenhaezer Bumber
Gubernur SH Sarundajang di dampingi istri, anak-anak serta cucu membawakan pujian saat ibadah Natal di GMIM Ebenhaezer Bumber

Kata mereka lagi, seluruh masyarakat Sulut untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama, yang telah dijaga sejak dulu. Apalagi, di Tahun 2014 ini, daerah dengan julukan Bumi Nyiur Melambai ini akan merakayan Tahun Emas, dengan persiapan berbagai mega proyek pembangunan.

Gubernur bersama isteri didampingi pejabat eseon II pemprov Sulut bersama istri membawakan pujian
Gubernur bersama isteri didampingi pejabat eseon II pemprov Sulut bersama istri membawakan pujian

”Jadikan semangat Natal, sebagai Harapan Baru. Dan pijakan untuk meniti langkah lebih baik menuju Sulut berbudaya, berdaya saing dan sejahtera di tahun 2014 sebagai Tahun Emas Sulut, Tahun yang penuh Berkat dan Rahmat Tuhan,” ucap Gubernur SHS sebagaimana diiyakan Wagub Kansil dan Sekdaprov Mokodongan.

Sekprov Sulut SR Mokodongan bersama isteri berfoto bersama Wagub Djouhari Kansil dan isteri sebagai wujud nyata toleransi umat beragama khususnya di Sulut
Sekprov Sulut SR Mokodongan bersama isteri berfoto bersama Wagub Djouhari Kansil dan isteri sebagai wujud nyata toleransi umat beragama khususnya di Sulut

Lanjutnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari suku, agama, etnis, bahasa dan budaya. Menghadapi kemajemukan itu, adalah dengan membangun kebersamaan, saling menghormati dan menghargai perbedaan masing-masing.

Wagub Djouhari Kansil berfoto bersama keluarga didampingi Asisten 1 Sekda Provinsi Sulut, Edwin Silangen dan keluarga usai ibadah di hari Natal
Wagub Djouhari Kansil berfoto bersama keluarga didampingi Asisten 1 Sekda Provinsi Sulut, Edwin Silangen dan keluarga usai ibadah di hari Natal

“Kasih menembus perbedaan dan kemajemukan harus kita syukuri. Keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan yang maha kuasa. Dengan demikian, pluralisme pada akhirnya akan mengantar Agama-Agama untuk kembali pada panggilan dasarnya,” pesan SHS sapaan familiar orang nomor satu Sulut itu.

Bupati dan Wakil Bupati Minahasa masing-masing bersama isteri bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Sarundajang dan berfoto bersama orang nomor satu Sulut
Bupati dan Wakil Bupati Minahasa masing-masing bersama isteri bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Sarundajang dan berfoto bersama orang nomor satu Sulut

Sementara Wagub Kansil, mengajak seluruh masyarakat Sulut menjadi pelopor pemersatu bangsa, dan menjadi mitra Pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk di dalamnya mendukung berbagai kebijakan dan program pemerintah, demi terwujudnya Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik.

“Marilah kita terus bergandengan tangan demi pembangunan di daerah ini,” himbaunya.

Sementara Sekdaprov Mokodongan, menyatakan atas nama jajaran Pemprov Sulut, Gubernur Sarundajang, Wagub Kansil, mengucapkan selamat Hari Natal 25 Desember 2013 dan Tahun Baru 1 Januari 2014.

Tinggalkan Balasan