Manado – Bejat. Itulah kata yang pantas diucapkan kepada CW alias Christian (23), warga Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang. Pasalnya, Christian diduga nekat menculik salah satu siswi Sekolah Dasar (SD) di Kota Manado berinisial IK alias In (9), untuk dicabuli.
Aksi nekat Christian pun terpaksa harus berujung ke jeruji besi Mapolresta Manado setelah diringkus anggota Reserse Mobil (Resmob) Polresta Manado di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Atas.
Di Mapolres, pelaku mengatakan, ia berani menculik korban setelah melihat kecantikan dan kemolekan tubuh gadis mungil itu ketika melintas depan pelaku yang saat itu berada di dalam mobil Terios hitam DB 4202 AV.
“Ketika melihat pelaku, nafsu saya langsung naik. Saya pun lengsung terpikir untuk mencabulinya. Ketika dia lewat, saya langsung pura-pura bertanya. Saat dia (korban, red) mendekat, saya langsung memeluk dan mendorong korban ke dalam mobil,” kata pelaku tanpa rasa malu.
Dijelaskan pelaku Christian, ketika ia memasukan korban kedalam mobil, korban sempat meronta dan mencoba melarikan diri melalui pintu sebelah kiri.
“Saya sempat tahan kakinya, namun karena sudah dilihat masyarakat, saya melepaskan korban kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Rencananya saya akan membawa korban di tempat yang sunyi. Namun keburu ditangkap polisi,” ungkap pelaku lagi dengan nada santai.
Upaya pelaku untuk mencabuli gadis cantik di tempat sunyi itu kandas setelah polisi mengejar pelaku dengan sepeda motor. Tepat di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Atas, pelaku berhasil ditangkap dan dihakimi masa.
Dijelaskan pelaku yang sudah tak punya rasa malu itu, aksi serupa bukan baru kali ini dia lakukan. Ia pun nyaris mencabuli saudara dekatnya. Bukan hanya itu, pelaku yang sudah mempunyai kelainan seks itu juga mengaku doyan menunjukan kemaluannya di hadapan orang banyak.
“Biasanya di lorong depan Mantos. Saya menunggu wanita lewat dan menunjukan kemaluan saya. Ada rasa puas tersendiri ketika saya menunjukan kemaluan ke wanita yang lewat,” tutur pelaku Christian tanpa rasa malu.
Kapolres Manado, Kombes Pol Rio Permana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pelaku sudah kita amankan. Untuk saat ini, kami masih melakukan pengembangan. Karena mungkin ada korban lain,” terangnya. (jenglen manolong)


























